#disabilitas#newnormal#wabahcovid-19

Beri Perhatian Khusus Disabilitas akan Protokol Kesehatan Covid-19

( kata)
Beri Perhatian Khusus Disabilitas akan Protokol Kesehatan Covid-19
YKWS fokuskan penerapan kesehatan di tengah pandemi untuk penyandang disabilitas. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama dengan SNV menyelenggarakan webinar dengan tema 'Peran Serta Penyandang Disabilitas dalam Penerapan PHBS untuk Pencegahan Covid-19'. Diskusi virtual yang diikuti 135 peserta ini menekankan untuk perhatian khusus terharap penyandang disabilitas.

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan webinar disabilitas untuk menggali informasi kebijakan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 untuk penyandang disabilitas serta berbagi strategi dari penyandang disabilitas dalam menghindari paparan Covid-19 dan bertahan dimasa pandemi.

"Akses informasi terkait Covid-19 dan respon pemerintah harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari penyandang disabilitas. Informasi yang selama ini disampaikan harus aksesibel sehingga penyandang disabilitas bisa tahu apa yang harus dilakukan untuk memastikan mereka tidak terjangkit virus Covid-19. Pemerintah harus melibatkan penyandang disabilitas dalam membuat kebijakan dan mengkampanyekan penanganan dan pencegahan Covid-1 agar dapat mengakomodir kebutuhan penyandang disabilitas," ujarnya, Kamis, 25 Juni 2020.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali mengungkapkan Kementerian Kesehatan memang belum membuat produk informasi yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.

“Melalui webinar ini kami akan menerima berbagi input dari para pihak dan siap berkolaborasi dengan kementerian sosial dan stakeholder lainya untuk merumuskan dan membuat produk infromasi yang lebih inklusif yang bisa aksesibel untuk penyandang disabilitasi, tentunya kami juga dari kesehatan lingkungan juga harus mempersipakan dan memberikan pembekalan bagi tenaga kesling yang bisa memberi pelayanan untuk penyandang disabilitas,” ungkap Imran.

Penyebaran informasi tentang penanganan dan pencegahan penyebarana virus Covid-19 melalui penerapan PHBS dilakukan oleh seluruh team gugus tugas baik di tingkat nasional hingga daerah. Namun, penyampaian informasi yang dilakukan belum bersifat inklusif dengan memperhatikan kebutuhan dari penyandang disabilitas. 

"Penyandang disabilitas belum secara utuh dan jelas memperoleh informasi tentang pencegahan dan penanganan virus Covid-19. Penyandang disabilitas adalah kelompok yang paling rentan terjangkit virus Covid-19 dan terdampak paling berat dari pandemi virus Covid-19," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar