#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis

Berawal Usaha Tanpa Modal, Mahasiswi UIN RIL Kini Sukses Raih Omzet Jutaan

Berawal Usaha Tanpa Modal, Mahasiswi UIN RIL Kini Sukses Raih Omzet Jutaan
Dewi Ayu Astuti mahasiswi yang membuka usaha dan memulai bisnis tanpa modal saat ini mencapai omzet jutaan. Foto: Evi Yulianti


Bandar Lampung (Lampost.co): Merintis usaha dari bawah seringkali tak selalu berjalan mulus. Rasa bingung memikirkan usaha apa dan bagaimana caranya berjualan menjadi persoalan seseorang untuk memulai berbisnis.

Namun, lain cerita bagi Dewi Ayu Astuti mahasiswi Jurusan Aqidah Filsafat Islam di UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL). Ia mampu bangkit dari keadaan sulit dan survive menjalankan usahanya melalui bisnis online.

Sebagai mahasiswi, ia harus pandai mengatur waktu untuk fokus berkuliah, mengembangkan potensi diri, dan memikirkan pekerjaannya.

"Awal mula memulai bisnis saat di bangku kelas dua SMA. Saat itu belum ada modal sama sekali. Bahkan uang jajan pun masih kurang. Tetapi saya terus berusaha untuk merintis bisnis," katanya, Selasa, 6 Desember 2022.

Baca juga:  18 UMKM Mampu Tembus Pasar Ekspor

"Bahkan saya memulai bisnis itu dengan nol modal atau tanpa modal sama sekali," sambungnya.

Dewi menceritakan saat itu ia mencari konsumen yang mau mengorder barang dagangannya dengan cara membayar terlebih dahulu sebelum barang datang. Dari situ, ia mulai mendapat pemasukan dan mendapatkan keuntungan.

"Seiring waktu berjalan, tidak lagi orang yang order disuruh bayar duluan. Tetapi saya yang sudah modali duluan kemudian dari situlah sistem COD (cash on delivery) digunakan. Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dengan lancar dan memiliki beberapa reseller. Berawal tanpa modal, sekarang bisa bayar kuliah dan membantu orang tua," katanya.

Ia mengatakan niat dan keinginan yang kuat menjadi pondasi baginya untuk terus berusaha. Selanjutnya melihat potensi dan peluang bisnis sesuatu barang yang laku dijual. Kemudian juga belajar dari pengalaman, seperti pernah di tipu konsumen yang awalnya melakukan pemesanan tetapi tidak mau membayar.

"Awalnya berbisnis mengambil barang dengan orang lain kemudian dijual lagi. Tapi sekarang memanfaatkan platform digital seperti marketplace dan media sosial," katanya.

Dia mengungkapkan omzet penjualan barang dagangannya tergantung musim. Apabila menjelang hari raya Lebaran, omzetnya bisa tinggi dibandingkan hari biasa. Hal itu karena banyak yang membeli baju baru. "Untuk omzet di hari Lebaran lebih tinggi bisa mencapai Rp7-11 juta dan untuk hari biasa Rp3-6 juta," katanya.

Ia pun berpesan kepada generasi milenial lain untuk terus bersemangat beraktualisasi diri dan mengembangkan potensi diri.

"Tidak memiliki modal uang bukan menjadi alasan. Yang terpenting memiliki niat, keinginan yang kuat dan senantiasa berdoa. Mumpung masih muda jangan bermalas-malasan. Berusaha untuk berdiri diatas kaki sendiri. Karena tidak selamanya akan bergantung pada orang tua atau orang lain," katanya. (Evi Yulianti)

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait