#tokoonline#ekbis

Dari Berjualan Online, Wanita Asal Bandarjaya Ini Sukses Membuka Toko Fisik

Dari Berjualan Online, Wanita Asal Bandarjaya Ini Sukses Membuka Toko Fisik
Toko Bertvilles Club yang menjual pakaian wanita reject thrift and preloved new stuff di Kelurahan Bandarjaya Timur. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co): Berawal dari berjualan daring (online) melalui Tiktok dengan keuntungan Rp8 juta per bulan, Yoeniar Haricha, warga Bandarjaya, Lampung Tengah dapat membuka toko offline atau toko fisik yang diberi nama Bertvilles Club.

Di toko Bertvilles Club tersebut, Yoeniar Haricha mengembangkan bisnis menjual pakaian wanita reject thrift atau pakaian yang dibeli dari luar negeri serta preloved new stuff atau baju bekas yang masih layak pakai dari pengguna pribadi yang dijual secara satuan.

Chaca sapaan akrabnya, mengatakan menjual pakaian wanita thrift and preloved dengan harga mulai dari Rp5 ribu sampai Rp50 ribu di Ruko Shafa Marwah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, tepatnya di belakang Hotel Bunda.

"Awalnya saya jualan pakaian wanita thrift and preloved di Tiktok numpang di rumah teman dengan omet minimal Rp8 juta per bulan. Saat ini saya bisa membuka toko offline di Kelurahan Bandarjaya Timur bersama teman-teman saya. Kami juga tetap melayani penjualan online di lantai dua," kata Chaca, Sabtu, 3 Desember 2022.

Baca juga:  942 Warga Lansia Hingga Ibu Hamil di Lampung Barat Terima Bantuan

Dia menjelaskan toko offline-nya menjual thrift atau pakaian bekas yang dibeli dari luar negeri, preloved new stuff atau baju bekas yang masih layak pakai dari pengguna pribadi yang dijual secara satuan. Lalu clothes new atau pakaian wanita baru, pants atau celana wanita, bag atau tas wanita dan aksesoris yang harganya sangat terjangkau dengan kualitas mal.

"Sementara ini yang kami jual secara online dan offline produk busana untuk wanita. Namun ke depan kami akan siapkan untuk pria juga," kata dia.

Dia mengatakan ide untuk menjual pakaian wanita thrift and preloved new stuff ini mengingat minat masyarakat seputaran Bandarjaya kerap berbelanja pakaian serba murah yang harganya diobral. Sementara, menurutnya banyak barang impor yang dirasa lebih baik dan lebih berkualitas dengan harga yang lebih murah. 

"Rata-rata disini konsumen belanja yang serba Rp35 ribu. Di sini kami siapkan pakaian yang dijual di mal dengan harga yang murah. Kami juga adakan sale Rp2.000 tiap pcs-nya," kata dia.

Dia mengatakan tokonya dibuka mulai pukul 09.00--19.00 WIB. Dengan menyediakan berbagai keperluan pakaian impor bekas maupun baru.

"Dengan membuka toko offline, saya juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru, karena ini perjalanannya insyaallah bakal panjang. Saya juga membutuhkan tim dan orang-orang yang membantu saya untuk mengembangkan usaha ini," imbuhnya.

Sementara, Ratu salah satu pengunjung toko mengaku sangat senang dengan dibukanya toko offline Bertvilles Club, pasalnya ia bisa langsung memilih dan memborong pakaian wanita yang berkualitas dengan harga murah.

 

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait