#nuansa#beras

Beras Setengah Kilo

( kata)
Beras Setengah Kilo
Ilustrasi Pixabay.com

Eka Setiawan
Wartawan Lampung Post

SEBULAN lebih sudah pandemi Covid-19 masuk ke Lampung. Data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung terakhir, sebanyak enam orang tewas akibat penyakit yang disebabkan virus korona. Terakhir, satu orang di Lampung Timur dikabarkan tewas akibat Covid-19.

Baru sebulan bencana ini melanda Sai Bumi Ruwa Jurai, sudah sangat terasa dampaknya baik dari sisi sosial, utamanya ekonomi. Pendapatan masyarakat semakin melemah, ekonomi kian morat-marit, dan dapur terancam tak ngebul. Bagaimana bila bencana ini terus berkepanjangan? Apa yang akan terjadi?

Baru-baru ini, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan tetangga depan rumah. Kebetulan beliau memiliki usaha warung di rumahnya.

Dalam perbincangan, lagi-lagi persoalan pandemi Covid-19 selalu menjadi pembahasan. Berharap dalam bincang itu dapat sedikit menyegarkan pikiranku yang mulai butek. Ternyata, korona masih menjadi pembicaraan serius, tak hanya level elite, melainkan juga sampai masyarakat bawah.

Menjadi wajar, sebab yang paling terdampak dan amat merasakan musibah ini justru masyarakat kelas ekonomi bawah. Selain pula tentunya saudara kita yang tertular.

Dari percakapan itu, ada hal yang seketika membuat hatiku miris. Ternyata, akibat Covid-19 ini, ada warga di lingkunganku yang sempat hanya membeli setengah kilo beras di warung tetanggaku itu.

Astagfirullah, mendengar informasi itu, seketika hatiku bergetar. Artinya, hanya sekitar dua canting beras saja yang mampu dibeli untuk makan sekeluarga. Silakan Anda bayangkan. Bagi saya, itu tentulah sangat miris. Biasanya orang membeli beras dalam bilangan 5 kg atau 10 kg atau paling kecil 1 kg, ternyata ada yang hanya mampu membeli 1/2 kg beras atau bila dirupiahkan hanya sekitar Rp6.000.

Sedih teramat sedih. Beli beras hanya cukup untuk makan sehari. Barang kali ini tak hanya terjadi pada satu warga, mungkin amat banyak warga bernasib sama yang hanya mampu membeli 1/2 kg beras untuk makan.

Dari tulisan ini, saya hanya ingin menggugah diri saya pribadi atau mungkin bagi siapa pun yang membaca tulisan kolom ini. Begitu sulitnya ekonomi saat ini hingga banyak saudara di sekitar kita yang terkena dampaknya.

Bantuan yang digulirkan pemerintah tak akan cukup memenuhi kebutuhan mereka. Maka itu, perlu peran kita semua yang mampu untuk mau berbagi. Ramadan sebentar lagi tiba. Semoga kita masih diberi kesempatan berjumpanya.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar