#Pasarsmep#pasar

Beragam Keluhan Penghuni Lapak Baru Pasar SMEP Bandar Lampung

Beragam Keluhan Penghuni Lapak Baru Pasar SMEP Bandar Lampung
Kondisi Pasar SMEP, Minggu, 6 Februari 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang di Pasar SMEP mengeluhkan kualitas layanan pemeliharaan yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kota Bandar Lampung.

Salah satu pedagang, Lusi menyebut sampah-sampah di lokasi tersebut terkesan dibiarkan menumpuk. Padahal, mereka secara rutin membayar retribusi untuk kebersihan.

"Kami bayar Rp2 ribu per hari untuk uang sampah, tetapi sampah dibiarkan sampai menimbukan bau tidak sedap. Perwakilan UPT setiap hari keliling untuk ambil uang sampah," kata dia, Minggu, 6 Februari 2022.

Baca: Pedagang SMEP Keberatan Soal Harga Sewa

 

Selain sampah yang sering tidak diangkut, sepinya pembeli juga menjadi keluhan para pedagang. Dalam empat bulan terakhir sejak ia menempati lapak baru tersebut, Lusi mengaku hanya mendapatkan pemasukan kurang dari Rp40 ribu di setiap harinya. 

"Kami buka mengikuti pelanggan ikan dan daging, jam 3 sudah harus buka. Kalau tidak, ya kami tidak ada pembeli. Hari ini saja baru tiga pelanggan sampai jam 12 siang. Waktu di penampungan belakang bisa sampai Rp80 ribu," ujarnya. 

Baca: Wali Kota Janji Sewa Gratis Kios Pasar SMEP Bandar Lampung Diperpanjang

 

Tak hanya itu, saat hujan  turun dengan intensitas tinggi, beberapa kios yang berada di lantai dua juga terkena imbas. Kios yang berada di Blok D Nomor 1 menjadi yang paling terdampak. 

"Ini baru dipakai empat bulan, tetapi gedungnya sudah banyak yang rusak. Di lantai dua ada genangan air di sepanjang Blok A. Sampai sekarang enggak ada yang mengurus," kata Lusi. 

Lusi berharap pemerintah mendengar keluhan-keluhan para pedagang yang membuka lapak di Pasar SMEP. Ia juga meminta pemerintah untuk tegas dalam memberikan aturan kepada pedagang yang masih membandel membuka lapak di pinggir jalan. 

"Pemerintah juga enggak tegas sama pedagang yang di pinggir jalan. Kalau ada sanksi yang tegas bagi pedagang yang tidak mau buka lapak, di SMEP pasti ramai. Kalau pedagang saja sepi, ya pembeli juga sepi," ujarnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait