#bantuansosial#bantuansembako#beritalampung#wargamiskin

Bentuk Transparansi, Desa Seloretno Pajang Pengumuman Penerima Bansos

( kata)
Bentuk Transparansi, Desa Seloretno Pajang Pengumuman Penerima Bansos
Pengumuman penerima bantuan sosial warga Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana

Kalianda (Lampost.co): Dalam menyampaikan informasi penerima bantuan sosial, Pemerintahan Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, sudah selayaknya menjadi contoh desa lainnya. 

Sebab, seluruh nama penerima bantuan dari Kemensos dimulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) di umumkan dengan dipasang banner di halaman kantor desa setempat. 

Pemerintahan Desa Seloretno menyalurkan BLT Dana Desa bagi 150 Kepala Keluarga (KK) untuk bantuan dari Kemensos BST 133 KK, PKH dan BPNT 45 KK sedangkan BLT dari APBD 10 KK. 

"Seluruhnya 338 Kepala Keluarga warga kami yang menerima bantuan," kata Kepala Desa Seloretno, Achmad Subari, Senin 1 Juni 2020. 

Diumumkannya seluruh nama dan alamat penerima bantuan sosial merupakan salah satu hak publik di era keterbukaan informasi seperti saat ini. "Dengan transparan seperti ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," kata dia. 

Meskipun sudah di umumkan ke masyarakat luas, informasi daftar nama penerima bantuan masih belum sempurna, untuk itu ia meminta masyarakat untuk saling mengkoreksi. "Kita bisa saling koreksi untuk kebaikan bersama," ujarnya. 

Beberapa program bantuan sosial reguler dari kemensos seperti PKH dan BPNT serta BST sudah bergulir, sedangkan untuk BLT DD dalam tahapan pencairan. 
"Pencairan BLT DD menunggu pencairan tahap dua, diperkirakan pertengahan bulan Juni ini," kata dia. 

Dijelaskannya, penerima bantuan sosial tidak tumpang tindih dengan program sosial lainnya dan warga yang menerima bantuan merupakan warga miskin berdampak pandemi virus korona Covid-19. "Ada beberapa kriteria penerima bantuan sosial dan tidak tumpang tindih," ujarnya. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar