penyeranganFPIRizieqShihab

Bentrokan FPI-Polri Diminta Disikapi Secara Matang

Bentrokan FPI-Polri Diminta Disikapi Secara Matang
Mobil polisi yang diserang pengikut Rizieq/Medcom.id/Siti Yona.


Jakarta (Lampost.co) -- Bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dan kepolisian harus disikapi secara matang. Polisi diminta menyampaikan rentetan peristiwa yang menyebabkan tewasnya enam pengikuti pentolan FPI Rizieq Shihab.

"Dari peristiwa ini, kita diharapkan jangan terburu-buru, agar kita tidak keliru mengambil kesimpulan," kata anggota Komisi III I Wayan Sudirta melalui keterangan tertulis, Senin, 7 Desember 2020.

Menurut dia, polisi harus memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada semua pihak. Sebab, setiap peristiwa mesti memiliki latar belakang dan rangkaian proses.

"Untuk itu asas sebab akibat juga harus kita telusuri secara mendalam," kata dia.

Menurut Wayan, penembakan terhadap enam pengikut Rizieq merupakan upaya melindungi diri. Polisi, kata dia, melakukan upaya sesuai aturan untuk menyelidiki kasus dugaan pelanggaran kesehatan.

Di sisi lain, Wayan menyebut penembakan itu harus diinvestigasi secara mendalam. Jika perbuatan membela diri itu dapat dibuktikan, maka hal tersebut tak masuk kategori melawan hukum.

"Sesuai Pasal 49 KUHP perbuatan tersebut bukan perbuatan melawan hukum tetapi merupakan perbuatan pembelaan darurat," kata dia.

Menurut Wayan, peristiwa tersebut harus disikapi bijak oleh semua pihak. Utamanya bagi tokoh-tokoh dan pemimpin organisasi, untuk melakukan aktivitas sesuai hukum yang berlaku.

Para pengikut Rizieq tewas usai penyerangan di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pukul 00.30 WIB Senin, 7 Desember 2020. Penyerangan berawal dari petugas yang sedang menyelidiki dugaan pengerahan massa ke Polda Metro Jaya atas panggilan pemeriksaan terhadap Rizieq.

Polisi menemukan dua mobil mencurigakan. Aparat berupaya memberhentikan mobil tersebut. Namun, mobil polisi malah dipepet dan ditembak para pengikut Rizieq.

Merasa terancam, polisi melakukan tendakan tegas dan terukur hingga menewaskan enam pengikut pentolan FPI tersebut. Sementara itu, ada empat lainnya melarikan diri.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait