#bendungan#infrastruktur

Bendungan Way Sekampung Selesai 100 Persen

Bendungan Way Sekampung Selesai 100 Persen
Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung mengatakan bendungan Way Sekampung yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis, 2 September 2021, secara teknis pelaksanaan pembangunan fisik sudah 100%.

"Hanya tinggal sedikit pekerjaan penunjang setelah proses peresmian ini. Seperti peremajaan dan lainnya, Bendungan way sekampung ini tujuannya untuk menunjang ketersediaan air baku untuk irigasi yang ada di layanan sistem," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Alexander Leda, Rabu, 1 September 2021.

Baca juga: Bendungan Way Sekampung Harapan Pringsewu Dongkrak Produktivitas Pertanian

Ia mengatakan, terdapat 55 ribu hektar existing (pengadaan tanaman) dan sebelumnya hanya dua kali musim tanam.

"Sebelum adanya bendungan ini, hanya menghasilkan 200% pengerjaan dan saat ini menjadi setelah ada bendungan aliran air di tanaman seperti padi meningkat 270%. Sehingga dikatakan sudah hampir 3 kali musim tanam," kata dia.

Adapun manfaat bendungan irigasi dengan luas 55.373 hektare existing menjadi  bertambah hingga 17.334 hektare. "Air baku tersedia 2.737 liter per detik, reduksi banjir sampai 8,85% dan pembangkit listrik mikro hidro sebesar 5,4 megawatt," kata dia.

Bendungan yang dibangun di Kabupaten Pringsewu ini memiliki tinggi 47 meter dengan panjang bendungan 365 meter.

"Dengan lebar puncak bendungan sebesar 12 meter, kapasitas tampungan total sebesar 68,06 juta meter kubik dan tampungan efektif 33,46 juta meter kubik. Luas genangannya 800 hektar, pembangunan berlangsung sejak 2016 sampai 2021," paparnya.

Adapun bendungan way sekampung ini merupakan satu sistem, seperti bendungan batu tegi, Argopuro dan waysekampung menjadi saling support dan dukung air baku.

"Air baku dalam rencana sekitar 800 liter kubik yang sudah ada dalam sistem bendungan Argopuro, tapi karena kebutuhannya 2.000 liter dan air baku Branti 50 liter kubik, jadi semua masih proses," katanya.

Ia mengatakan, keuntungan pembangunan infrastruktur sumber daya air bukan hanya bangun bendungan saja, namun bangunan disekitar bendungan seperti adanya jalan masuk, ada bangunan jembatan.

"Jembatan baru di Pringsewu yang panjangnya 300 meter jadi spot foto. Kedepan kita sudah bicara dengan Pemda Pringsewu bahwa genangan way sekampung di titik tertentu jadi arena sport olahraga dayung. Masyarakat sekitar juga dapat penghasilan sebagai lahan mereka yang terkena pembangunan bendungan," jelasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait