#korupsi#penggelapandana

Bendahara BPBD Kota Mangkir dari Panggilan Polisi

Bendahara BPBD Kota Mangkir dari Panggilan Polisi
Dok Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Resky Maulana


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti tidak memenuhi panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung, atas dugaan penggelapan uang honorer Satgas Covid-19.

"Iya benar, Krissanti hari ini tidak datang untuk memenuhi panggilan dari penyidik," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Jumat, 11 Juni 2021.

Baca juga: Bendahara BPBD Bandar Lampung Dilaporkan atas Kasus Penggelapan Dana

Menurut Resky, pihaknya hari ini berencana memanggil Krissanti untuk dimintai klarifikasi terkait laporan yang dibuat sejumlah honorer, namun yang bersangkutan tidak hadir.

"Nanti kami akan panggil kembali Krissanti, untuk waktunya kami masih belum tahu," ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penggelapan uang honorer Satgas Covid-19 di instansi tersebut.

"Sejauh ini sudah 6 saksi yang dimintai keterangan dan akan memanggil saksi lagi jika diperlukan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 18 anggota pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melaporkan bendahara mereka, Krissanti ke kepolisian dengan dugaan penggelapan uang.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait