#korupsi#penggelapandana

Bendahara BPBD Bandar Lampung Dilaporkan atas Kasus Penggelapan Dana

Bendahara BPBD Bandar Lampung Dilaporkan atas Kasus Penggelapan Dana
Surat pernyataan yang dibuat terlapor Krissanti, terduga kasus penggelapan uang di BPBD Kota Bandar Lampung. IST


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 18 anggota pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melaporkan bendahara mereka,  Krissanti ke kepolisian dengan dugaan penggelapan uang. 

Salah seorang anggota damkar yang enggan disebutkan namanya menduga penggelapan uang itu terjadi ketika dirinya dan anggota lain mempertanyakan uang jaminan pinjaman dari Bank Waway. 

Uang tersebut merupakan jaminan pinjaman atau uang blokiran anggota di Bank Waway yang bisa diambil sebanyak dua kali dan hanya dilakukan pada akhir tahun. 

"Anggota mengetahui uang itu diambil bendahara ketika pengambilan gaji bulan Desember 2020 yang pada Januari 2021. Di situ terdapat pemotongan angsuran pinjaman, sedangkan seharusnya uang blokir dapat diambil karena gaji bulan Desember 2020 keluar tapi ini tidak bisa," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 23 Mei 2021.  

Baca: Warga Sinarpalembang Laporkan Oknum Aparat Desa karena Dugaan Pungli

 

Menurutnya, uang jaminan itu semestinya dapat diambil setiap anggota sebesar kurang lebih Rp1,5 juta.  Akan tetapi hal itu tidak dapat dilakukan karena pihak bank menyatakan uang telah diambil Bendahara BPBD Bandar Lampung.

"Jumlah anggota damkar yang dirugikan 72 orang. Yang melapor 18 orang. Kami sudah laporan ke Polda dan diturunkan ke Polres," kata dia. 

Pada 3 Maret 2020, Krissanti pun telah membuat surat pernyataan yang berisi mengakui perbuatannya dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Akan tetapi, hingga 30 April 2021 belum tampak iktikad baik untuk mengembalikannya. 

"Artinya kan dia sudah mengaku kalau uang itu diambil tanpa sepengetahuan kami," katanya.  

Dia menceritakan, sebelum masa pandemi pengambilan uang blokiran bisa diambil tanpa ada kendala.   

"Seharusnya bisa diambil," ujar dia.  

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul Rahman membenarkan adanya kasus tersebut dan mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.  

"Ya, tinggal tunggu hasil penyelesaiannya saja.  Saya juga sudah minta sama mereka untuk lapor ke pihak kepolisian," ujarnya.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait