#beritalampung#beritabandarlampung#bencana

Bencana Alam di Bandar Lampung Meningkat di 2022

Bencana Alam di Bandar Lampung Meningkat di 2022
Banjir di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandar Lampung pada Agustus 2022 lalu. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Bencana alam yang terjadi di Bandar Lampung pada 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angin kencang dan pohon tumbang mendominasi bencana alam yang terjadi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Bandar Lampung, tercatat ada 122 bencana alam yang terjadi sepanjang 2021.

"Untuk tahun 2021 itu ada 122 bencana alam, dengan rincian pohon tumbang terjadi 88 kasus, kebakaran lahan 13 kasus, banjir 12 kasus, tanah longsor tujuh kasus serta puting beliung dua kasus," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung, Gustriansyah, Senin, 7 November 2022.

Gustriansyah mengatakan bencana alam yang terjadi di Bandar Lampung meningkat pada tahun 2022. Berdasarkan data per September 2022, tercatat ada 126 bencana yang telah terjadi.

Baca juga:  Perumusan UMK 2023 Bandar Lampung Tunggu UMP

"Rinciannya ada bencana kebakaran 10 kali, banjir 17 titik, tanah longsor ada enam titik, puting beliung 3 lokasi, dan pohon tumbang ini paling banyak ada 90 kasus atau 90 kejadian di beberapa titik di Kota Bandar Lampung," katanya.

Untuk itu BPBD dan instansi terkait terus melakukan mitigasi bencana untuk menekan angka korban yang dapat timbul akibat bencana alam. BPBD juga mengimnai kepada masyarakat untuk waspada.

"Harus tetap waspada, kemungkinan bencana akan bertambah. Mengingat Bandar Lampung sendiri akan masuk puncak musim penghujan pada Desember-Januari 2023 mendatang, dan hal itu bisa memicu terjadinya banjir atau genangan air di bebrapa wilayah," kata Gustriansyah.

Gustriansyah mengatakan saat ini pihaknya terus melaksanakan patroli bencana alam dengan menempatkan beberapa personel jaga di setiap kecamatan, di Bandar Lampung.

"Kami juga bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung melakukan penebangan ranting-ranting pohon yang ada di pinggir jalan, membersihkan beberapa sungai agar aliran air tidak tersendat saat hujan turun," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait