#upahminimum

Belum Sesuai, Buruh Tetap Apresiasi Kenaikan UMP Lampung

Belum Sesuai, Buruh Tetap Apresiasi Kenaikan UMP Lampung
Puluhan buruh saat melaksanakan orasi di lapangan pemprov Lampung pada 14 Mei 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung menilai kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2023 belum sesuai keinginan. Pekerja mengharapkan adanya peningkatan gaji lebih dari 10 persen. 

"Memang belum sesuai dengan harapan. Sejak awal minta lebih dari 10 persen," kata Ketua FSBKU Lampung, Tri Susilo, Selasa, 29 November 2022.

Meski belum sesuai, para buruh tetap mengapresiasi kenaikan UMP 2023 sebesar 7,9% yang jauh lebih besar dibandingkan pada 2022 yang hanya 0,35%.

"Dengan kenaikan itu tentunya pemprov Lampung juga mempertimbangkan segala aspek. Tapi, kami juga akan konsolidasi dengan seluruh serikat buruh untuk menyikapi penetapan 7,9 persen ini," kata Dodi. 

Dodi berharap para pengusaha tidak keberatan dengan kenaikan UMP yang ditetapkan itu. Ia juga berharap UMP pekerja dapat disesuaikan dengan lamanya waktu kerja seorang karyawan. 

"Jadi kalau UMP ini bisa ditetapkan untuk karyawan yang masa kerjanya satu sampai dua tahun, atau karyawan baru. Untuk karyawan lama, tahunan seharusnya nggak boleh lagi pakai UMP, harus diatasnya," ujar dia. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait