#Daerah#TulangbawangBarat#AnakPenderitaTumor#MeninggalDunia

Belum Sempat Dioperasi, Vian Nabila Meninggal Dunia di RSCM

Belum Sempat Dioperasi, Vian Nabila Meninggal Dunia di RSCM
Suasana rumah duka bocah penderita tumor, Vian Nabila, di Lingkungan 4 Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat, Selasa (7/11/2017)  malam. lampost.co/Ahmad Sobirin


PANARAGAN (lampost.co) --  Upaya dan harapan Sigit Suprianto dan istrinya, Emalia untuk menyembuhkan putri kesayangannya berakhir sudah. Vian Nabila Arnish (4) yang diharapkan sembuh dari tumor yang dideritanya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta, sekitar pukul 18.50, Selasa (7/11/2017) saat hendak menjalani operasi.
Kabar duka ini diterima  Mat Ani, Kepala Suku 04 Tiyuh Marga Kencana,  Kecamatan Tulangbawang Udik, dan langsung melakukan persiapan penyambutan dan permakaman bersama warga lainnya di sekitar tempat tinggal keluarga prasejahtera ini.
"Kami menerima kabar Nabila meninggal dunia  sekitar pukul tujuh malam tadi. Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan ke Tulangbawang Barat dan sudah sampai Serang. Rencananya Nabila akan dimakamkan besok, "ujarnya, saat dijumpai lampost.co di rumah duka, Selasa (7/11/2017).

Jenazah Vian Nabila saat akan dibawa pulang ke Tulangbawang Barat dari RSCM Jakarta, Selasa (7/11/2017). Lampost.co/Istimewa
Seperti diberitakan lampost.co sebelumnya, Vian Nabila Arnish sebelum meninggal dunia sedang berjuang melawan penyakit tumor ganas yang diderita sejak berumur satu tahun. Kondisi tersebut diperparah dengan faktor ekonomi kedua orang tuanya yang tidak mampu untuk membawanya ke rumah sakit sejak putrinya divonis mengidap tumor.
Kepada lampost.co, Mat Ani mewakili keluarga dan pamong setempat mengatakan kepergian Vian Nabila akibat penyakit yang dideritanya bukan berarti selama ini tidak ada upaya untuk menyembuhkannya.
"Keluarga, kerabat, dan tetangga bahkan Pemkab maupun swasta sudah melakukan berbagai upaya semampunya untuk kesembuhan Nabila, namun Allah memiliki kehendak lain," ujarnya.

 

EDITOR

Ahmad Sobirin

loading...




Komentar