#covid-19Lampung#PPKM#Zonamerah

Begini Prosedur dan Aturan Isolasi Pasien Covid-19

Begini Prosedur dan Aturan Isolasi Pasien Covid-19
Foto : Dok. Metrotvnews


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Melonjaknya kasus positif Covid-19 mengakibatkan beberapa rumah sakit (RS) rujukan yang ada di berbagai wilayah tingkat keterisiannya hingga 100%. Hal itu mengharuskan pasien dengan gejala ringan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Tujuan isolasi mandiri adalah untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Jika tidak dilakukan isolasi mandiri maka ketika seorang terkonfirmasi positif Covid -19 dan tetap melakukan aktivitas, maka akan menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Lalu kapan harus melakukan isolasi mandiri dan kapan memutuskan untuk ke rumah sakit?

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung dr. Aditya M. Biomed mengatakan isolasi mandiri bisa dilakukan jika PCR positif dan tanpa gejala (sesak). Namun jika memiliki gejala sesak napas lebih dari 24 kali dalam satu menit dan saturasi oksigen kurang dari 95 persen harus dirujuk ke rumah sakit.

“Jika mengalami gejala ringan seperti sesak napas, demam, dan batuk, segera lakukan isolasi mandiri, menjauhkan diri dari kerumunan atau anggota keluarga lainnya, dan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan panduan yang jelas,” kata dia. Jumat, 17 Juli 2021.

Dokter Aditya mengatakan ada tiga klasifikasi lamanya waktu isolasi mandiri. Pertama jika pasien tanpa gejala dilakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan tes Covid-19 dan dinyatakan positif.

“Kedua, untuk gejala ringan harus isolasi mandiri selama 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala apapun. Ketiga, gejala sedang dilakukan isoman selama 10 hari sejak timbul gejala ditambah 3 hari bebas gejala,” katanya.

Sementara itu dilansir dari laman web Kemenkes RI, bagi pasien positif Covid-19 dengan gejala berat akan diisolasi di rumah sakit atau rumah sakit rujukan.

Pasien diisolasi minimal 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan. Pasien akan dilakukan lagi tes swab jika hasilnya negatif maka pasien akan dinyatakan sembuh.

Dalam pelayanan pasien positif Covid-19 ada layanan alih rawat non isolasi. Layanan tersebut diperuntukkan bagi pasien yang sudah memenuhi kriteria selesai isolasi tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan untuk kondisi tertentu yang terkait dengan komorbid, co-insiden, dan komplikasi.

Proses alih rawat diputuskan berdasarkan hasil assessment klinis yang dilakukan oleh dokter penanggungjawab pelayanan sesuai standar pelayanan atau standar prosedur operasional.

Sementara itu, pasien dapat dipulangkan dari perawatan di rumah sakit, bila memenuhi kriteria selesai isolasi dan memenuhi kriteria klinis sebagai berikut :

- Hasil assesmen klinis menyeluruh termasuk diantaranya gambaran radiologis menunjukkan perbaikan, pemeriksaan darah menunjukan perbaikan, yang dilakukan oleh DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) menyatakan pasien diperbolehkan untuk pulang.

- Tidak ada tindakan/perawatan yang dibutuhkan oleh pasien, baik terkait sakit Covid-19 ataupun masalah kesehatan lain yang dialami pasien.

- DPJP perlu mempertimbangkan waktu kunjungan kembali pasien dalam rangka masa pemulihan.

- Khusus pasien konfirmasi dengan gejala berat/kritis yang sudah dipulangkan tetap melakukan isolasi mandiri minimal 7 hari dalam rangka pemulihan dan kewaspadaan terhadap munculnya gejala Covid-19, dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait