#pubertas#remaja#psikolog

Begini Cara Memahami Remaja Sedang Pubertas 

Begini Cara Memahami Remaja Sedang Pubertas 
google Image


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Pada fase perkembangan dari anak-anak menuju remaja atau sering disebut dengan pubertas, terjadi proses perubahan baik secara fisik secara fisik dan psikologis, yang akan dialami remaja. 
 
Psikolog Renyep Proborini menguraikan bahwa pada prinsipnya anak remaja merasa sama dengan orang dewasa yang ingin dihargai baik pemikiran maupun perasaanya. Sehingga remaja perlu diberi kepercayaan. 
 
"Disisi lain remaja secara emosi belum sepenuhnya stabil, masih ada hal-hal dimana ketika diberi kepercayaan akan tetapi belum bisa dijalankan sepenuhnya," ujar renyep. 
 
Begitu pula dengan emosi remaja menuju proses stabil, sehingga kadang remaja berfikir sejumlah aspek, tapi belum bisa sepenuhnya menyeluruh. "Isu utama remaja adalah bisa diterima oleh temannya, hal ini yang harus dipahami oleh para orang tua, bahwa hal ini sangat penting bagi remaja bisa dapat pengakuan dari teman-temanya," paparnya. 
 
Dalam hal-hal tertentu orang tua jangan terlalu ikut campur masalah-masalah remaja. Misalnya masalah jerawat, yang mungkin oleh orang dewasa itu dianggap sepele, tapi berbeda dengan remaja. Di posisi ini orang tua jangan terlalu ikut campur cukup memahami saja. 
 
"Tapi, ketika si anak melanggar norma wajib diluruskan. Orang tua menjadi mitra, jangan hanya sebagai orang yang suka mengoreksi, dan mengkritik. Karena ini akan membuat anak menjadi bad mood. Orang tua harus memposisikan diri menjadi teman, dan mitra," sarannya. 
 
Ia menilai, dengan cara tersebut, anak menjadi lebih terbuka, keterbukaan anak dapat menunjukan dua kutub yakni orang tua bisa memahani anak, dan anakpun mau memahami orang tua. 
 
Selanjtunya, membangun komunikasi dengan remaja butuh waktu panjang, dimulai dari anak-anak, sebab ketika anak menginjak remaja pola sudah terbentuk. " Kalaupun bjsa merubah butuj waktu lama, harus konsisten tidak bisa hasil yang cepat," tutupnya. 
 

EDITOR

Nur Jannah

loading...




Komentar


Berita Terkait