pandemiolahragacovid-19

Begini Cara Berolahraga di Masa Pandemi

( kata)
Begini Cara Berolahraga di Masa Pandemi
Talkshow kesehatan SAI Radio bersama IDI Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robbani


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Virus Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi global masih mengalami peningkatan kasus di Indonesia. Hal itu menuntut masyarakat untuk menjaga sistem imun tubuh.

Kesadaran dalam menjaga sistem kekebalan tubuh ini mendorong munculnya tren berolahraga di masyarakat. Meski begitu masih banyak masyarakat yang kerap sembarangan berolahraga di tengah pandemi.

Terkait hal itu, dalam Talkshow kesehatan SAI Radio bersama IDI Bandar Lampung dr. Helmi Ismunandar, Sp.OT
 Jumat, 11 September 2020. Ia menyarankan agar masyarakat tetap tidak berlebihan dalam melakukan berolahraga.

Menurutnya, WHO menyarankan aktifitas fisik sedang selama 150 menit/minggu untuk aktifitas fisik intensitas 75 menit/minggu untuk aktifitas fisik dengan intensitas tinggi. Durasi tidak boleh lebih dari satu jam, rata-rata 30 menit sampai 1 jam setiap kalinya.

"Intensitas olahraga dikurangi, jangan terlalu tinggi, terutama bagi yang tidak terbiasa berolahraga. Kemudian Pada orang yang sudah memiliki penyakit gangguan pernapasan seperti asma, penyakit paru-paru obstruktif kronik disarankan memiliki alat monitor olahraga," ungkapnya.

Kemudian, ia menyarankan kepada masyarakat untuk berolahraga pada pagi hari sekitar jam 8-10 pagi. Karena tujuan kita selain berolahraga adalah untuk memperoleh sinar matahari pagi yang cukup.

"Sinar matahari pagi ini penting bagi pembentukan vitamin D. Vitamin D sendiri memiliki melindung terhadap infeksi saluran pernafasan," terangnya.

Olahraga atau aktifitas fisik yang memiliki tingkat resiko paling tinggi adalah olahraga yang menggunakan kontak, dilakukan dengan berkelompok, dan dilakukan di dalam ruangan tertutup. Menurutnya, olahraga yang paling aman adalah olahraga yang dilakukan sendiri di dalam rumah sendiri. Misal angkat beban, sepeda statis, jalan atau lari di area rumah.

"Sebagai jalan tengahnya, kita dapat melakukan aktifitas fisik di luar ruangan yang optimal, seperti berjalan atau berlari serta bersepeda di luar ruangan. Hal ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 terutama menjaga jarak, 5 meter untuk jalan, 10 meter lari, dan 20 meter untuk bersepeda," tutur dokter yang juga dosen FK Unila itu.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar