tajuklampungpostdbd

Bedah Tajuk Lampung Post: Jangan Abaikan Ancaman DBD

( kata)

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali merebak di Lampung. Serangan DBD ini sangat serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat merenggut korban jiwa apabila tidak segera dirawat secara layak.

Masyarakat diminta mewaspadai siklus dan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti karena kasusnya diprediksi akan terus meningkat di tengah cuaca hujan saat ini. Bandar Lampung menjadi wilayah dengan jumlah kasus warga terjangkit DBD terbanyak. Hingga awal Juni 2020 tercatat warga yang terjangkit DBD berjumlah 694 orang dan tersebar di 20 kecamatan.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pun untuk jumlah kasus warga yang terjangkit DBD sampai saat ini terus mengalami kenaikan. Peningkatan jumlah kasus terjadi pada Maret dengan jumlah 211 kasus dan Mei sebanyak 112 kasus. Tidak hanya Bandar Lampung, penyakit demam berdarah juga telah mewabah di wilayah lain seperti Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, Pringsewu, Lampung Timur, dan daerah lainnya.

Di tengah wabah Covid-19 yang belum berakhir, pemerintah bersama masyarakat harus tetap mewaspadai demam berdarah. Musim hujan saat ini menjadi masa berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca.

Apalagi, dari data Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Pusat ada kasus kematian akibat Covid-19 yang diperparah penyakit pemberat. DBD menjadi salah satu penyakit itu. Saatnya sekarang bagaimana kita memberantas sarang nyamuk di rumah dan di lingkungan terdekat. Jangan sampai wabah DBD menjadi ancaman berikutnya selain ancaman Covid-19.

Masyarakat saat ini harus rutin membersihkan lingkungan rumah selama penerapan work from home atau bekerja di rumah. Waspada ancaman nyamuk demam berdarah bisa dilakukan bersama keluarga di rumah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, menguras, membersihkan tempat penampungan air, dan menutup tempat penampungan air.

Di tengah waspada Covid-19, pemerintah jangan sampai abai dengan ancaman demam berdarah yang mengintai keselamatan rakyat. Upaya pencegahan dan antisipasi DBD dapat dilakukan dengan mengatasi penyebaran jentik nyamuk penyebab DBD.

Pemerintah melalui Dinas Kesehatan atau puskesmas masing-masing daerah atau instansi terkait lainnya harus bertindak melakukan pengasapan dan membagikan abate pada daerah rawan atau endemik DBD. Kegiatan ini tentunya juga harus memperhatikan protokol kesehatan.

Pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah tidak akan efektif jika hanya dilakukan orang per orang atau hanya satu instansi. Semua pihak harus memiliki kesadaran untuk bersama-sama mencegah penyebaran DBD. Covid-19 memang berbahaya, tetapi DBD juga sangat berbahaya dan sudah terbukti menjadi ancaman nyata.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar