#Covid-19lampung#BEACUKAI

Bea Cukai Berperan Jadi Penentu Barang Ekspor dan Impor Palsu

Bea Cukai Berperan Jadi Penentu Barang Ekspor dan Impor Palsu
Ilustrasi:Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat mengatakan Beacukai berperan menjadi penentu sekaligus pengawas masuknya barang ekspor dan impor yang palsu atau bukan.  Hal itu sesuai peraturan internasional yang mensyaratkan pengawasan sejak 1995. 

"Mengenai barang palsu, kami harus lihat dulu barang ini dari mana. Apakah dari luar atau buatan Indonesia. Jika dari Indonesia, bukan tanggung jawab beacukai," kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Kunti Prasti Trenggono, dalam program Syariah Corner Metro TV Lampung, Kamis, 29 April 2021.

Menurutnya, sesuai UU, jika ada barang palsu impor dapat dilaporkan ke bea cukai. Setelah itu akan dicek apakah ada pelanggaran merk dan cipta. Perintah itu juga dari kepala pengadilan niaga. Kunti menyatakan barang palsu biasanya tidak ada jaminannya dan akan merugikan konsumen. Ia menyarankan untuk tidak hanya melihat murahnya saja, tapi harus ditentukan dengan memilah dan memilih agar tidak terjebak. 

"Masyarakat jabgan mau tertipu, dan harus bisa pilah barang. Bahkan, hindari barang palsu meski tergiur harganya," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait