#kecelakaan#keretaapi#kai

Bayi Usia 20 Bulan Tewas Disambar Kereta Api di Natar

Bayi Usia 20 Bulan Tewas Disambar Kereta Api di Natar
Bagus Irama, bayi berusia 1,8 tahun, warga Dusun Srimulyo, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan tewas tersambar kereta api Babaranjang, Rabu, 17 November 2021. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Bayi berusia 1,8 tahun alias 20 bulan, Bagus Irama, tewas tersambar kereta api Babaranjang, di dusun Srimulyo, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada Rabu, 17 November 2021, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Anggota Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Bripka Rio Oktapiadi Ais mengatakan, korban Bagus berjalan keluar rumah seorang diri tanpa diketahui pihak keluarga. 

"Dari keterangan saksi, balita ini berjalan kaki menuju perlintasan rel kereta api di KM 22 +6/7 Dusun Srimulyo II Desa Pemanggilan. Waktu dia melintas di rel secara bersamaan datang kereta api dari arah Bandar Lampung menuju Palembang," kata dia, Rabu, 17 November 2021.  

Baca: Kecelakaan di Jalan Lintas Tengah Sumatra, Sopir Pikap Tewas

 

Bayi Bagus terseret sejauh 10 meter. Dia meninggal dengan luka robek dibagian kepala sebelah kiri, perut dan patah kaki kanan.

Salah seorang warga, Sadiman (37) yang mengaku pertama kali mengangkat jenazah korban mengatakan sempat membawa bayi tersebut ke rumah sakit.

"Tadi saya sama orang tua korban yang angkat jenazah dari rel kereta dan langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Sadiman

Dia baru mengetahui bocah tersebut ditabrak kereta usai melihat kakak korban berteriak meminta tolong sehingga warga sekitar berdatangan.

"Hanya dengar suara kereta lewat terus ada suara orang teriak minta tolong, orang ramai ke arah rel, saya kesana lihat korban, kondisi badannya putus. Tadi polisi juga sudah ada yang ke sini," katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Sudaryanto (56) mengatakan, korban merupakan anak dari pasangan Busri (48) dan Hartini (35), warga Dusun Srimulyo 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lamsel.

"Saya tadi di ladang ditelpon, ada warga tertabrak kereta, terus saya langsung pulang. Korban anak ke empat dari lima bersaudara," ujarnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait