pilkadaKPUkampanye

Bawaslu Terus Pelototi Iklan Kampanye di Media Massa

Bawaslu Terus Pelototi Iklan Kampanye di Media Massa
Ilustrasi. Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Hari kedua masa kampanye melalui media massa, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung terus mengawasi iklan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung baik di media sosial masing-masing maupun cetak, radio, dan TV.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah menjelaskan, paslon dilarangan melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba partai politik, perseorangan, dan atau kelompok masyarakat.

"Apabila ada masyarakat yang ingin melaporkan terhadap dugaan pemasangan iklan yang tidak sesuai dengan UU 10 Tahun 2016 terutama pasal 69 tersebut, bisa langsung datang ke kantor pengawas pemilu," ujarnya kepada Lampost.co, Senin, 23 November 2020.

Di tempat terpisah, anggota Bawaslu Bandar Lampung Divisi Penanganan Pelangaran Yahnu Wiguno Sanyoto memaparkan dalam pasal 187 ayat (2) ada unsur pidana pemilu yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan larangan pelaksanaan Kampanye sebagaimana dimaksud.

"Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta," pungkasnya.

Sesuai dengan PKPU no 5 Tahun 2020. Kampanye melalui media massa, cetak, dan elekteonik mulai dari tanggal 22 November 2020 sampai 5 Desember 2020.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait