pilkadaKPUbawaslu

Bawaslu Lamsel Tangani Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada

Bawaslu Lamsel Tangani Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada
Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Lamsel, Khoirul Anam saat diwawancarai awak media, Jumat (4/12/2020). Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan, tengah menangani dua kasus dugaan pelanggaran pidana pemilihan pada Pilkada Lamsel 2020. Dua perkara tersebut merupakan hasil dari temuan dan laporan masyarakat yang secara bersamaan sudah diregistrasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, perkara hasil temuan Bawaslu Lamsel itu sudah diregister dengan nomor 015/TM/PB/Kab/08.04/XII/2020 tertanggal 03 Desember 2020. Sedangkan, laporan masyarakat juga sudah diregistrasi nomor 001/Reg/LP/PB/Kab/08,04/XII/2020 tertanggal 03 Desember 2020 dengan pelapor atas nama KS dan AR selaku terlapor.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Lamsel, Khoirul Anam mengatakan, perkara temuan itu terkait dugaan pelanggaran adanya video berdurasi 01:07 yang diduga salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Tanjungbintang. Dimana, oknum Kades itu mengarahkan warga untuk memilih Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamsel nomor urut satu Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa.

"Didalam video itu, oknum Kades memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan bantuan bedah rumah warga yang bertempat di salah satu Balai Desa di Kecamatan Tanjungbintang dengan mengarahkan warga yang hadir untuk memilih Paslon tersebut," kata dia.

Sementara untuk laporan masyarakat, kata Khoirul Anam, terkait adanya dugaan pembagian semabako di Dusun Sukajadi, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar. Selain itu, 3 buah centong nasi berlogo PDI Perjuangan dan bertuliskan 'Nomor 1 Nanang –Pandu Cabub-Cawabub Lampung Selatan PDI Perjuangan 2021-2024'

"Bukan hanya itu, didalam bingkisan tersebut berisikan satu buah kaos bertuliskan Tim TPS berlapis bergambar Paslon  Bupati dan Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto-Pandu Ermanto," kata dia.

Menurut Khoirul Anam, kedua kasus tersebut sudah dilakukan pembahasan antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan Rembang yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Kedua kasus tersebut, kami juga masih dalam proses mengundang para pelapor dan saksi untuk dimintai klarifikasinya pada Jum'at (4/12/2020). Namun, hingga pukul 16.00 Wib saksi dan pelapor tidak hadir," kata dia.

Lantaran tidak hadir, kata Khoirul Anam, pihaknya berkoordinasi Sehubungan dengan Pihak Kepolisian dan kejaksaan untuk mengefektifkan waktu penanganan pelanggaran untuk mengundang kembali pada Sabtu, 5 Desember 2020.

"Kami kembali mengundang pelapor dan saksi untuk meminta klarifikasi terkait dua kasus tersebut di masing-masing Sekretariat Panwascam Natar dan Tanjung Bintang," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait