#Bawaslu#Lamsel#Kaji#Laporan

Bawaslu Lamsel Akan Kaji Dugaan Pengkondisian Caleg

Bawaslu Lamsel Akan Kaji Dugaan Pengkondisian Caleg
Ilustrasi Caleg. (Dok.Lampost.co)


KALIANDA (Lampost.co) -- Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan akan mengkaji atas laporan dugaan keikutsertaan mendukung dan mengkondisikan dukungan salah satu caleg DPR-RI Dapil 1 yang dilakukan sejumlah anggota penyelenggara di Kecamatan Rajabasa.

Diketahui, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Rajabasa melaporkan lima orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan setempat ke Bawaslu Lamsel, Kamis (22/11/2018).

Ketua Bawaslu Lamsel, Hendra Fauzi mengatakan pihaknya akan mengkaji dan mendalami terlebih dahulu atas laporan dari jajarannya ditingkat Kecamatan itu. Laporan itu dinilai masih berupa dugaan yang mesti ditelusuri

"Saat ini kami masih mengikuti Bimtek di Bandar Lampung. Jadi, kami belum tau persis laporan dari Panwaslu Kecamatan Rajabasa. Tentunya, laporan itu akan kami kaji dulu seraya mengumpulkan bukti," kata dia saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, laporan dugaan itu harus dilengkapi bukti dan saksi yang kuat, sehingga nantinya bisa dibuka di persidangan. Jika salah satu syarat tidak ada, maka pihaknya tidak bisa menindaklanjutinya.

"Kami akan panggil semua untuk klarifikasi, termasuk Panwaslu Kecamatan Rajabasa. Yang jelas, kami tidak akan gegabah dan harus dikaji lebih dalam. Ini kan baru dugaan," kata dia.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Rajabasa melaporkan lima orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan setempat ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (22/11/2018).

Ketua Panwaslu Kecamatan Rajabasa, Safriyadi, mengatakan laporan terhadap sejumlah orang yang tercatat sebagai anggota penyelenggara pemilu itu, diduga ikut mendukung dan mengkondisikan salah satu caleg DPR-RI untuk Dapil 1 Lampung wilayah Pesawaran dan Lampung Selatan.

Dia menjelaskan, bentuk dukungan yang dimaksud yakni membiarkan istri-istri mereka untuk menghadiri kegiatan pembentukan tim pemenangan Imer Darius dari Partai Demokrat sebagai Caleg DPR-RI, yang digelar kediaman salah seorang warga di Desa Kunjir, pada Jumat (16/11) lalu.

"Kami sempat melarang mereka untuk mengikuti kegiatan itu. Tapi mereka membiarkan istri mereka ikut hadir dalam acara pembentukan tim pemenangan itu dan mereka justru mengantarkan langsung ke tempat acara. Secara aturan, memang tidak salah. Tapi, secara etika itu tidak dibenarkan. Karena, berdasarkan imbauan-imbauan yang kami dapat dari pimpinan di Bawaslu, itu tidak dibenarkan. Penyelanggara pemilu maupun keluarga penyelenggara harus bersikap netral atau tidak terlibat dalam partai politik,"jelasnya.

Selain itu, ungkap Sefriyadi, ketika pihak Panwaslu setempat menanyakan secara langsung atas hal tersebut Kepada Ketua PPK Kecamatan Rajabasa, pihaknya menemukan sisa bekas percakapan di aplikasi WhatsApp, yang seolah-olah mengajak pihak PPS untuk mengikuti kegiatan pembentukan tim pemenangan salah satu caleg tersebut.

"Ada ajakan seperti itu, kami menduga ada pengkondisian disana. Tapi ketika kita cecar lebih jauh, ketua PPK Rajabasa menjawab, yang mengetik ajakan itu di WA HP-nya adalah istrinya yang ditujukan untuk istri ketua dan anggota PPS,"ungkapnya yang didampingi oleh Divisi Penindakan Panwaslu Kecamatan Rajabasa Saripudin.

Mereka yang dilaporkan oleh Panwaslu Kecamatan Rajabasa antara lain anggota PPS Kotaguring Andi Wahyudi, Ketua PPS Banding Koharuddin, Ketua PPS Waymuli Nasrultami, Ketua PPS Waymuli Timur Santawi dan Ketua PPS Kerinjing Aminuddin. Sementara, Ketua PPK Kecamatan Rajabasa yang ikut dilaporkan  yakni Nasrul Musa.

"Alhamdulillah, tadi laporan kita telah diterima oleh Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang dilaporkan," tegasnya. 

 

 

EDITOR

Armansyah

loading...




Komentar


Berita Terkait