#jalanrusak

Baru Dua Tahun, Hasil Proyek Rabat Beton di Tanjungsari Lamsel Dikeluhkan Warga

Baru Dua Tahun, Hasil Proyek Rabat Beton di Tanjungsari Lamsel Dikeluhkan Warga
Kondisi jalan penghubung Desa Kalisari dan Tanjungsari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Warga Desa Kalisari dan Tanjungsari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mempertanyakan hasil pembangunan rabat beton penghubung dua desa tersebut. Pasalnya, belum genap dua tahun hasil pekerjaan jalan sudah hancur secara menyeluruh. 

Kepala Desa Tanjungsari, Prayitno mengatakan kondisi jalan tersebut sudah sangat memperihatinkan. Hampir sepanjang kurang lebih satu kilometer tampak hancur berantakan dan keretakan sudah menyebar hampir ke seluruh bagian jalan. 

"Itu sudah hancur semuanya, bisa dicek sendiri ke lokasi. Padahal jalan itu sangat jarang dilintasi mobil, apa lagi kendaraan besar. Kami mohon pihak yang bertanggung jawab segera memperbaikinya," katanya, Kamis, 8 September 2022.  

Baca: Gorong-gorong Ambrol di Palasjaya Lamsel Ditanami Ranting dan Bambu

 

Menurut Prayitno, jalan itu hanya dilintasi kendaraan roda dua, terutama para petani. 

"Mohon kepada dinas terkait agar meninjau ulang pekerjaan ini. Karena kami sebagai warga merasa kecewa proyek dengan anggaran ratusan bahkan miliaran hasilnya seperti itu," kata dia. 

Warga setempat, Andi mengatakan, jalan penghubung desa tersebut kerap juga dilintasi banyak warga luar untuk menghadiri event-event tertentu.

"Jalan itu selalu ramai dari berbagai desa di Natar ke situ. Tidak lama lagi di dekat situ ada perlombaan burung merpati seluruh Indonesia. Masa jalan belum 3 tahun begitu, malu lah, " katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait