#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Baru Dibangun, Jalan Rabat Beton Bandanhurip di Lamsel Retak

Baru Dibangun, Jalan Rabat Beton Bandanhurip di Lamsel Retak
Salah satu titik badan jalan rabat beton di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang mengalami retak-retak, Senin, 22 November 2021. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Proyek peningkatan ruas jalan Desa Bandanhurip - Bandanpurwo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ditemukan retak-retak di beberapa titik. Padahal, proyek pembangunan jalan dengan konstruksi beton itu baru selesai dikerjakan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kerusakan berupa retak-retak hingga membelah badan jalan itu dijumpai sekitar 12-13 titik sepanjang badan jalan yang dibangun.

Selain dijumpai keretakan, sejumlah warga setempat juga menilai proyek pembangunan jalan rabat beton itu diduga adanya pengurangan volume material ready mix.

Menurut warga setempat yang enggan namanya disebutkan, warga sangat bersyukur jalan desa setempat ditingkatkan menjadi jalan rabat beton. Namun, pihaknya menyayangkan jalan konstruksi beton itu retak-retak di beberapa titik. Padahal, pembangunan jalan itu baru selesai dibangun beberapa hari lalu.
 
"Ya, kami selaku masyarakat disini sangat senang sudah dibangun. Tapi, sangat disayangkan baru selesai kok sudah ada yang retak-retak. Bukan retak-retak, tapi patah," kata dia, Senin, 22 November 2021.

Hal senada diungkapkan Sutris warga lainnya. Dia mengatakan selain retak-retak, warga menilai adanya dugaan pengurangan volume pada ketebalan badan jalan rabat beton. 

"Alhamdulillah, kami sangat senang ruas jalan desa kami ditingkatkan menjadi beton tahun ini. Tapi, kami meragukan ketebalan badan jalan," kata dia.

Baca juga: Belum Satu Tahun, Ruas Jalan Pusingan Kembali Rusak

Sutris melanjutkan para pekerja diduga sengaja memasang papan bekisting ukuran 15 cm di bawah badan jalan yang sudah diratakan dengan material sabes. Dengan pemasangan seperti itu, ia menilai ketebalan jalan tidak sama dengan bekisting.

"Kalau bekisting-nya dipasang dibawah badan jalan, artinya ketebalannya enggak sampai 15 centimeter dong. Sebagian juga saya perhatikan bagian tengah dasar badan jalan terlihat tidak rata ketimbang bagian sisi jalan," kata dia.

Aang Junaidi, warga lainnya mengatakan sebelum dicurahkan material ready mix (cor beton) di badan jalan, seharusnya permukaan badan jalan di cek menggunakan level dengan waterpass. Hal ini supaya permukaan badan jalan rata dan volume sama."Setau saya tidak dicek menggunakan waterpass biar rata sama semua volume materialnya," ujarnya.

Kemudian, kata Aang, di beberapa titik ditemukan genangan air di badan jalan karena permukaan badan jalan yang tidak rata. "Seharusnya kan enggak ada genangan air dibadan jalan. Ini malah ada beberapa titik genangan air di badan jalan. Artinya badan jalan tidak rata," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak merepon, meski ponsel pribadinya dalam keadaan aktif. 

Diketahui, proyek pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.496 meter itu dikerjakan CV. Triana Karya Mandiri. Peningkatan jalan tersebut menggunakan dana APBD 2021 senilai Rp1,5 miliar.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait