#pencurian#kriminal

Baru Bebas 3 Bulan, 2 Pemuda Ditangkap Bobol Rumah di Metro

Baru Bebas 3 Bulan, 2 Pemuda Ditangkap Bobol Rumah di Metro
Polsek Metro Pusat meringkus dua pemuda yang melakukan pencurian dari rumah warga. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) – Polsek Metro Pusat meringkus dua pemuda yang melakukan pencurian dari rumah warga.


Keduanya berinisial WD (32), juru parkir, warga Jalan Cengkeh, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat dan AK (21), buruh bangunan, warga Jalan Imam Bonjol, Gang Subur, Kelurahan Hadimulyo Barat, yang ditangkap di tempat terpisah. Keduanya merupakan residivis kasus pencurian yang baru bebas sekitar tiga bulan lalu.

Aksi tersangka dilakukan di rumah warga Jalan Cut Nyak Dhien, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, yang merupakan tetangga dari tersangka WD, pada Kamis, 21 April 2022 lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolsek Metro Pusat, Iptu Erson, mengatakan tersangka AK ditangkap di halte bundaran Tejoagung, sedangkan WD diringkus di parkiran kawasan Sumur Bandung.

“Mereka beraksi dua kali di rumah korban saat sedang kosong,” kata Erson, Senin, 30 Mei 2022.

Dalam aksi pertama, tersangka menggasak dua ponsel dan power bank. Merasa aman mereka kembali lagi dan mengambil satu unit motor.

“Motor itu dibawa tersangka berputar-putar sekitar pasar Metro," lanjutnya.

Dalam aksinya itu, keduanya melakukan pengintaian dan saat korban lengah, pelaku langsung melancarkan aksinya. "Setelah korban ke pasar mereka masuk ke dalam rumah dengan merusak pintu," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan WD, motor hasil curian digadaikan kepada rekannya sebesar Rp1,8 juta. Hasilnya dibagi dua Rp800 ribu per orang, serta sisanya Rp200 ribu dibelikan makan dan rokok.

“Uang Rp800 ribu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Uangnya habis dalam tiga hari," kata WD.

Sementara tersangka AK mengaku uang Rp800 ribu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Baru pertama kali bobol rumah. Saya dagang juga, jadi sisanya diputar ke dagangan," ungkapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp20 juta. “Tersangka diancam Pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait