#fgd#kewirausahaan

Bappeda Tanggamus Fasilitasi FGD Bersama Speak Indonesia

Bappeda Tanggamus Fasilitasi FGD Bersama Speak Indonesia
Suasana Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan Speak Indonesia Jakarta. (Lampost.co/Abu Umarali)


KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Bappeda Kabupaten Tanggamus fasilitasi gelar Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan Speak Indonesia Jakarta. Kegiatan ini berkaitan dengan pemberdayaan perempuan guna meningkatkan kewirausahaan dan kesadaran hidup sehat, bertempat di aula Bappeda setempat, Selasa (3/7/2018).

Kegiatan ini turut dihadiri dihadiri unsur OPD Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan dan Perkebunan serta Kecamatan Talang Padang.

Menurut Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya Mega, adapun lokasi kegiatan ini dipusatkan di Dusun Paneongan, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Adapun kegiatan ini dalam rangka pemberdayaan perempuan tentang kewirausahaan, kesadaran hidup sehat dan bersih serta sadar Gigi.

"Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi Speack Indonesia Jakarta dalam memberikan bantuan khususnya di SDN 1 Sukarame, Pekon Sukarame, Talang padang," ujar Hendra Wijaya Mega.

Adapun bantuan tersebut berupa rehab 6 toilet, rencana rehab Septiktank dan perbaikan 6 sumber air minum masyarakat Dusun Paneongan. Dirinya berharap agar program ini dapat berlanjut pada tahun yang akan datang.

Sementara dalam paparan Hesti Priveriasari selaku Community Development Coordinator Speak Indonesia, sebagai mitra PT. Nestle Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan Kopi, pihaknya berkepentingan untuk memberikan pengetahuan tentang gizi.  Khususnya di Dusun Paneongan selama 6 bulan dan memberikan bantuan kepada masyarakat dengan menggandeng SDN 1 Sukarame.

"Speak juga memiliki rencana untuk memberikan edukasi sanitasi di sekolah," kata Hesti.

Sedangkan Eko sebagai Koordinator Lampung Speak Indonesia menjelaskan jika pihaknya melaksanakan sosial mapping terkait gizi, sarana air bersih, air minum dan penyiapan lahan untuk tanaman sayur mayur. Kegiatan akan dilaksanakan selama 6 bulan dan akan closing di bulan Agustus 2018.

"Sehingga selama 2 bulan kedepan kami mohon saran dan masukan dari OPD guna memberikan koreksi," ujarnya.

EDITOR

Abu Umarali

loading...




Komentar


Berita Terkait