#sampah

Bappeda Lampung Masih Kaji Pembangunan PLTSa

Bappeda Lampung Masih Kaji Pembangunan PLTSa
Timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung, Kamis, 26 Agustus 2021. (Foto: Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung hingga saat ini masih mendata potensi sampah per hari untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Lampung mengatakan, untuk pembanguan PLTSa dibutuhkan bahan baku sekitar seribu ton sampah per hari.

"Kita mau lihat berapa potensi sampah di Bandar Lampung dan sekitarnya. Karena energi yang diperoleh dari PLTSa itu sampah. Jadi masih harus kita kaji ulang dan dengan mantap," kata Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurutnya, untuk lokasi dan perencanaan sudah matang namun masih ada hal yang dikaji salah satunya bagaimana sinergitas antara pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun proyek tersebut.

Tak hanya dari Bandar Lampung, lanjutnya, dalam pembangunan PLTSa memerlukan kiriman sampah dari luar daerah yang ada di sekitar Bandar Lampung.

"Karena untuk terbentuk suatu energi yanh mempuni minimal alat itu membutuhkan seribu ton sampah, ini juga masih membutuhkan persetujuan daerah lain untuk bersama bisa mengirimkan sampah tersebut," kata dia.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menjelaskan, jumlah sampah itu didominasi dari sisa makanan 2.630,84 ton atau 58,9 persen, sampah plastik 1.103,26 ton atau 24,7 persen dan sampah kertas 424,33 ton atau 9,5 persen.

"Ada juga jenis sampah sisa nappies, taman, tekstil, karet kulit, logam, kaca, dan lainnya. Berdasarkan presentase nya organik mencapai 3.207,23 ton dan an organik sendiri ada 1.259,39 ton perhari," kata Murni Rizal.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait