#bst#bpnt

Bantuan Sosial Tunai Dihapus, Sebagian Penerima di Pesibar Dialihkan ke BPNT

Bantuan Sosial Tunai Dihapus, Sebagian Penerima di Pesibar Dialihkan ke BPNT
Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar). Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Kementerian Sosial (Kemensos) RI mennghentikan bantuan tunai untuk masyarakat terdampak covid-19 melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) pada 2022. 

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Rena Novasari menegaskan, BST tidak lagi disalurkan kepada masyarakat sejak Juli 2021.

"BST disalurkan pada awal pandemi sampai Juni 2021 atau 15 tahap," kata Rena, Senin, 7 Februari 2022.

Baca: Data Penyaluran Jadi Penghambat Penyaluran Bansos 2021

 

Penerima BST di Pesibar tercatat 5.202 Kepala Keluarga (KK)  dengan realisasi untuk 5.177 KK. Sedangkan 25 KK atau Keluarga penerima Manfaat (KPM) tidak terealisasi karena pindah domisili, meninggal dunia, dan tidak ditemukan.

BST sebesar Rp600ribu per penerima pada lima bulan pertama dan Rp300 ribu untuk masing-masing penerima pada bulan-bulan selanjutnya. 

Rena menjelaskan, penerima BST diambil dari non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan dari DTKS yang belum tercover Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). 

"Karena di tahun 2022 ini BST  tidak ada, maka masyarakat yang masuk DTKS sebagian dari mereka dikonversi menjadi penerima BPNT," kata dia.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait