#israel#palestina

Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Jalur Gaza

Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Jalur Gaza
Truk-truk bantuan kemanusiaan mulai masuk ke Jalur Gaza pada Jumat, 21 Mei 2021. (SAID KHATIB / AFP)


Gaza (Lampost.co) -- Konvoi pertama bantuan kemanusiaan tiba di Jalur Gaza di tengah pemberlakuan gencatan senjata antara pasukan Israel dan kelompok Hamas. Ribuan warga Palestina di Gaza kembali ke rumah mereka masing-masing usai kedua kubu yang telah bertempur selama 11 hari menyepakati gencatan senjata pada Jumat, 21 Mei 2021.

Lebih dari 250 orang tewas dalam pertempuran tersebut, dengan sebagian besar korban jiwa ada di kubu Palestina. Gencatan senjata ini diklaim masing-masing pihak sebagai sebuah kemenangan.

Dilansir dari laman BBC, sejumlah agensi bantuan -- termasuk yang terafiliasi Perserikatan Bangsa-Bangsa -- mulai berdatangan membawa bantuan pada Jumat kemarin, beberapa jam usai gencatan senjata diumumkan.

Rute perlintasan utama menuju Gaza di Kerem Shalom telah dibuka kembali. Truk-truk yang membawa obat-obatan, makanan, serta bahan bakar pun bisa masuk ke Gaza.

Sebelumnya pada pekan ini, Israel telah membuka kembali perlintasan agar Gaza dapat menerima bantuan kemanusiaan. Namun perlintasan itu ditutup lagi tak lama setelahnya.

Israel mengatakan, penutupan dilakukan karena Hamas kembali menembakkan artileri.

Earlier in the week, Israel reopened the crossing so Gaza could receive humanitarian assistance, only to close it again soon afterwards. Israel said the closure was spurred by Palestinian militants firing mortars at the area.

Warga Palestina dan Israel sama-sama memeriksa kerusakan akibat pertempuran usai gencatan senjata. Pertempuran ini lebih berdampak buruk terhadap Gaza, membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan kesulitan mendapat akses air bersih dan aliran listrik.

"Kerusakan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, baru dapat dipulihkan dalam beberapa tahun atau dekade ke depan," kata Fabrizio Carboni, Direktur Komite Palang Merah Internasional cabang Timur Tengah.

Aksi saling serang pasukan Israel dan Hamas dimulai pada 10 Mei, yang dipicu ketegangan terkait ancaman penggusuran di Sheikh Jarrah dan bentrokan di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait