#Kotakamal#Terorisme#Polri

LAZ ABA Bantah Mendanai Teroris dengan Kotak Amal

LAZ ABA Bantah Mendanai Teroris dengan Kotak Amal
Pengurus menunjukkan legalitas LAZ ABA/Humas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mabes Polri menyebut 4.000 kotak amal asal Lampung yang terdapat di mini market dengan pengelola atas nama Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (ABA) Cabang Lampung didudga digunakan untuk pendanaan terorisme.

Lampost.co menyambangi kantor LAZ ABA yang terletak di Jalan Mahoni Way Halim Permai, Bandar Lampung. LAZ ABA memiliki anak cabang di 9 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Di lokasi, tiga orang pengurus LAZ ABA menyambut. Mereka adalah Hamdan Fauzi selaku humas, Haryanto (sekretaris), dan Asep (bidang penghimpunan dana).

Hamdan Fauzi membantah tudingan penghimpunan dana melalui kotak amal digunakan untuk kegiatan terorisme. Kegiatan penghimpunan dana, baik dari sumbangan kotak amal atau pun zakat, murni untuk kegiatan sosial.

Kegiatan sosial yang dilakukan, menurut Hamdan, di antaranya menghimpun dana untuk daerah yang terdampak bencana alam, santunan anak yatim, kaum duafa, janda,dan lain-lainya. Ada juga penyaluran untuk pendirian dan kegiatan rumah tahfiz maupun taman pendidikan anak (TPA).

"Ada tudingan mendanai teroris atau radikal, itu enggak benar. Selama ini kami di cabang Lampung murni untuk kegiatan sosial. Kami juga setorkan ke LAZ ABA Pusat," kata Hamdan, Jumat, 11 Desember 2020. 

Terkait tiga nama yang ditangkap dan disebutkan Mabes Polri berasal dari LAZ ABA Lampung, Hamdan juga membantah.

"Kami enggak tahu. Di Lampung enggak ada," kata dia.

Dari pendataan yang dimiliki, kotak amal LAZ ABA di Lampung hanya sebanyak  2.763 sampai 3.000 buah. Itu pun, kata Hamdan, ada beberapa kotak amal yang sudah tidak aktif, terutama saat pandemi. Ketika menitipkan kotak amal di minimarket pun, Hamdan mengaku sudah meminta izin pengelola.

"Kotak amal kami, murni untuk kegiatan sosial," ujar Hamdan. 

Soal pengawasan, Hamdan mengatakan pihaknya melibatkan lembaga akuntan publik Abdul Aziz Fiby Ariza. Bahkan, kata dia, pada 2019 mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Selain itu, LAZ ABA juga dibimbing dan diawasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kanwil Kemenang Lampung.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebutkan, 4.000 dari 13.000 kotak amal yang ditaruh di minimarket di Lampung terindikasi terkait pendanaan jaringan radikal/terorisme dari kelompok Jamah Islamiyah (JI).

Informasi yang didapat Lampost.co, tiga orang ditangkap terkait pendanaan menggunakan kotak amal adalah FS (ketua), RW (bendahara), dan DN (pengurus).

"Tiga orang, sudah disidik, dan tersangka sudah ditangkap," ujar Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setyono, Rabu, 9 Desember 2020.

"Tiga tersangka itu merupakan pengurus kotak amal Yayasan Baitul Mal ABA ( Abdurahman bin Auf) di Lampung," tambah Awi.

Ditelusuri dari berbagai sumber, Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf adalah lembaga amil, zakat, infaq, dan shodaqoh di bawah Yayasan Abdurrahman Bin Auf berakta No. 22 taggal 21 Oktober 2004 yang disahkan di hadapan Notaris H. Haryanto, SH, MBA. Lembaga ini memiliki  empat sekretariat, yakni di Jakarta, Jakarta Raya (Bekasi), Sumatera Utara, dan Lampung, yang letaknya di jalan Mahoni, Way Halim Permai, Bandar Lampung.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait