#BERITALAMPUNG#HARGAEMAS#EMASDUNIA

Bank Syariah Indonesia Buka Layanan Investasi Emas

Bank Syariah Indonesia Buka Layanan Investasi Emas
Dok Lampost.co



Bandar Lampung (Lampost.co) --Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka program khusus aplikasi investasi emas kepada nasabah yang ingin memiliki emas baik sebagai perhiasan atau sebagai investasi untuk masa depan. 

"Ada dua pilihan yang berkaitan dengan emas yang disediakan oleh Bank Syariah Indonesia. Apabila niat ingin memiliki emas sebagai investasi atau tabungan, BSI memiliki program berupa layanan beli emas," kata Area Manager BSI Lampung Habiburrahman, melalui telepon, Minggu, 14 Maret 2021. 

Menurutnya, cicil Emas di BSI merupakan fasilitas yang disediakan untuk membantu nasabah membiayai pembelian atau kepemilikan emas berupa lantakan (batangan) dengan mudah dan menguntungkan. 

"Yang akan didapat untuk bergabung dalam program ini adalah emas lantakan (batangan) dengan minimal jumlah gram adalah 10 gram, dengan jaminan barang yang menjadi objek pembiayaan (emas)," ujarnya.

Selain itu, nasabah akan memperoleh kemudahan pembelian emas dengan cara dicicil serta dapat diuangkan dengan cara digadaikan untuk kebutuhan mendesak.

"Pembayaran dilakukan dengan cara angsuran dalam jumlah yang sama setiap bulan. Selain itu nasabah dapat memilih angka waktu pembiayaan yang diinginkan paling singkat 2 tahun dan paling lama hingga 5 tahun. Pelunasan dipercepat diperbolehkan setelah pembiayaan minimal berjalan 1 tahun," kata Habiburrahman.

Selanjutnya, untuk pembiayaan menggunakan akad Murabahah (di bawah tangan), pengikatan agunan dengan menggunakan akad rahn (gadai). Selain itu, BSI bekerja sama dengan PT Antam Persero, Toko Emas, atau Perorangan, yang telah memiliki kerja sama dengan bank.

"Setiap produk atau layanan tentu memiliki baik kelebihan maupun kekurangan. Diantaranya untuk keuntungan harga bersifat tetap dari awal akad. Akan ada akad perjanjian yang untuk harga awal logam mulia yang ingin dimiliki," ujarnya.

Habiburahman menambahkan tidak ditemukan unsur riba dalam proses ini. Hingga sekarang, hampir semua lembaga penyedia cicilan mengikuti aturan sesuai syariah. Sistem yang digunakan juga sistem koperasi dan bagi hasil, sehingga nasabah tidak perlu khawatir.

"Selain itu, proses cepat dan jaminan. Jika mendadak membutuhkan uang tunai, bisa langsung menjualnya kembali pada penyedia layanan secara langsung. Meski tabungan belum selesai, nilai tunai yang tertera tetap diperhitungkan dan dianggap ada," katanya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait