#SAMPAH#LIMBAH#BERITAMETRO

Bank Sampah yang Datangkan Berkah Ekonomi Warga Tejo Agung

Bank Sampah yang Datangkan Berkah Ekonomi Warga Tejo Agung
Para pekerja di Bank Sampah Wijaya Kusuma Tejo Agung yang hendak menjemur cacahan plastik di tengah teriknya matahari. (Foto: Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Sampah plastik yang tidak dapat terurai menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir. Sampah juga kerap dijadikan alasan oleh manusia akan gangguan kesehatan bagi metabolisme tubuh. Banyaknya bakteri yang menempel di tiap kemasan botol mineral, jajanan anak-anak, dan sampah lainnya jika dibuang secara sembarangan itu yang dapat menyebabkan kuman dan bakteri. Maka, penguraian sampah perlu diterapkan oleh masyarakat jika ingin lingkungan tempat tinggal menjadi ramah dan sehat.

Dibalik momok mengerikannya sampah plastik tersebut, Zaenal Abidin (35) warga Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur membuat sekumpulan sampah plastik menjadi bank sampah, bahkan menjadi penghidupan utama keluarganya.

"Semua sampah memang identik dengan kuman dan bakteri. Namun, bagi saya, sampah merupakan penghasil rupiah terbesar bagi saya. Khususnya sampah plastik yang memang dapat didaur ulang lagi," kata Zaenal yang juga pendiri Bank Sampah Wijaya Kusuma Tejo Agung di kediamannya, Senin, 08 Maret 2021.

Menurutnya, bank sampah yang ditekuninya dapat menerima empat hingga lima kuintal sampah plastik dalam satu hari. Sampah plastik yang dia terima akan dijadikan cacahan plastik yang nantinya akan dibuat menjadi biji plastik oleh perusahaan daur ulang.

"Iya, nanti berbagai macam plastik akan kami pisahkan lagi jenisnya, karena setiap jenis itu berbeda-beda harganya. Untuk jenis plastik sendiri kurang lebih ada 30 jenis yang nantinya akan didaur ulang," tambahnya.

Menurut Zaenal, jenis plastik yang harga jualnya sangat tinggi adalah bekas plastik air mineral. Dalam satu kilonya, dia menjual dengan harga Rp14 ribu jika sudah dijadikan cacahan plastik. Sementara yang dia tampung saat ini lebih dari 10 jenis plastik siap dijual.

Untuk mekanismenya, ia memberdayakan warga sekitar yang merupakan penadah ataupun pengepul rongsok plastik. Ada juga dari tim kuning (Petugas Kebersihan) yang memang mengambil sampah dari masyarakat Kota Metro dan langsung dipilah pada saat melakukan tugas.

"Saya menerima dari rongsokan itu. Ada juga tim kuning yang menjual hasil pencariannya setiap hari," ujar Zaenal. 

Sementara untuk penjualan cacahan plastik, ia sudah bekerjasama dengan perusahaan biji plastik. Tak sulit, ia hanya melakukan penyortiran jenis dan melakuan pencacahan terhadap sampah plastik.

"Jadi, setelah dipisahkan, nanti dicacah, sekaligus dicuci. Setelah itu, dijemur hingga kering dan bersih selama tiga atau empat hari tergantung cuaca baru bisa dijual. Untuk jualnya juga tidak susah, jika sudah banyak dengan minimal dua ton cacahan plastik saya tinggal telepon saja. Nanti langsung diambil," kata Zaenal.

Sementara untuk penjualan dalam satu bulan, ia dapat menjual empat sampai lima kali. Itu juga tergantung dengan cuaca. Jika musim penghujan, Zaenal dapat mengirimkan dua kali atau delapan ton cacahan plastik dalam satu bulan. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait