#UUCiptaker#OmnibusLaw

Bank Dunia Nilai UU Ciptaker Terbosan Besar Akselerasi Ekonomi

( kata)
Bank Dunia Nilai UU Ciptaker Terbosan Besar Akselerasi Ekonomi
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Undang-Undang (UU) Cipta Kerjatelah diakui oleh Bank Dunia sebagai terobosan besar untuk mengakselerasi ekonomi.

"Substansi UU ini diakui Bank Dunia, dan dibutuhkan, juga sebagai terobosan untuk memajukan ekonomi. UU Cipta Kerja ini juga merampingkan mafia birokrasi yang selama ini menguasai perizinan, mafia ini telah lama ada dalam kehidupan ekonomi, menjadi parasit, dan UU Cipta Kerja memangkas itu," ujar tokoh senior politik Sidarto Danusubroto, dalam dialog obrolan santai bertema Omnibus Law dan Covid-19, Jumat malam, 17 Oktober 2020.

Menurut dia, UU Cipta Kerja, sebagaimana diakui Bank Dunia, sebagai terobosan yang ampuh untuk mengundang investasi dan mengefisienkan birokrasi yang selama ini menjadi hambatan, dipangkas habis. Dia mengatakan berbagai hal positif itu justru tertutupi hoaks, digerakkan oleh mereka yang tak ingin birokrasi makin efisien.

Dia menilai UU Cipta Kerja sebagai upaya reformasi besar yang dilakukan pemerintah untuk bisa menjadikan Indonesia lebih kompetitif dalam menggaet investor. Beleid anyar ini dinilai akan bisa mendukung pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang karena UU Cipta Kerja menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.

Antropolog Kartini Sjahrir menambahkan, nilai positif UU Cipta Kerja tidak masuk ke publik, karena kultur masyarakat yang masih lebih percaya desas desus dan hoaks. Karena belum sampai pada tahap literasi.

Di sisi lain, dalam UU Cipta Kerja ada poin penting lainnya. Sektor usaha kecil justru makin dimudahkan, dari sisi perizinan. Dia mengatakan, jika UU Cipta Kerja tak sempurna dan ada kekurangan, maka bisa diperbaiki di aturan turunan.

Pakar Teknologi Informasi Marsudi Wahyu Kisworo menilai UU Cipta Kerja sejatinya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi pengusaha karena berbagai aturan terutama perizinan menjadi lebih ringkas.

"UU Cipta Kerja mempermudah menjadi pengusaha karena perizinan menjadi lebih mudah. Hal ini perlu diketahui masyakat luas, sampaikan melalui berbagai instrumen informasi. Karena seringkali, mereka yang keberatan tidak mengerti substansi namun ditarik oleh kelompok yang tak ingin Indonesia makin baik," ujar Marsudi.

Agar berbagai konten positif tersampaikan, perlu ada tim khusus yang berkomunikasi ke publik, dan dilakukan secara terkoordinasi, semua kementerian dan lembaga pemerintah kompak satu suara agar gaung positif bisa diterima publik.

"Sejatinya UU Cipta Kerja berupaya membangkitkan daya saing, itu jadi salah satu persoalan penting yang tak pernah terselesaikan sehingga Indonesia selalu kalah oleh negara lain," tutupnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...


Berita Terkait



Komentar