#ekbis#bankdunia#beritainternasional

Bank Dunia Luncurkan Program Darurat Covid-19 Akhir April

Bank Dunia Luncurkan Program Darurat Covid-19 Akhir April
Presiden Bank Dunia David Malpass. Foto: Google Images


Washington (Lampost.co): Kelompok Bank Dunia (WBG) akan meluncurkan program darurat kesehatan di lebih dari 100 negara pada akhir April. Program ini diluncurkan untuk mendukung perang melawan covid-19, dengan 64 negara sudah beroperasi.

"Menanggapi covid-19, Kelompok Bank Dunia telah bertindak cepat, secara luas," kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam konferensi pers virtual selama Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan WBG, dikutip dari Xinhua, Minggu, 19 April 2020.

Malpass mengatakan WBG akan menggelontorkan 160 miliar dolar Amerika Serikat (AS) selama 15 bulan ke depan, disesuaikan dengan guncangan kesehatan, ekonomi, dan sosial yang dihadapi negara-negara selama pandemi covid-19.

Dia mencatat bahwa bank pembangunan multilateral lainnya (MDB), seperti Asian Development Bank, dan Inter-American Development Bank, telah berkomitmen sebagai kelompok untuk mengucurkan sekitar 80 miliar dolar AS selama periode ini. Sehingga total dana yang dikucurkan dari MDBs menjadi 240 miliar dolar AS.

Presiden Bank Dunia mengatakan dia senang negara-negara Kelompok Dua Puluh (G20) baru-baru ini memutuskan untuk memberikan penangguhan dalam layanan utang kepada kreditur bilateral selama krisis.

"Ini merupakan inisiatif kerja cepat yang kuat yang dapat membawa manfaat nyata bagi orang miskin," ujar dia.

Dia pun menyoroti Tiongkok sebagai salah satu kreditur besar. Malpass mengatakan dukungan Tiongkok dalam perjanjian internasional untuk memungkinkan moratorium pembayaran utang bagi negara-negara termiskin adalah penting.

Menanggapi pertanyaan dari Xinhua mengenai proteksionisme di tengah pandemi, Malpass mengatakan negara-negara besar perlu melangkah maju dan berjanji untuk tidak menggunakan krisis sebagai alasan menutup atau memblokir pasar.

"Kita harus membiarkan pasar berfungsi, pasar memberikan pasokan untuk mereka yang paling membutuhkan," kata Malpass, menambahkan bahwa Tiongkok mengekspor pasokan medis ke seluruh dunia, yang sangat disambut baik.

Konferensi pers yang dilakukan Bank Dunia datang tak lama setelah pertemuan Komite Pembangunan, komite bersama menteri dewan gubernur WBG dan IMF, yang juga mendesak negara-negara untuk menjaga perdagangan tetap terbuka.

Komite Pembangunan meminta agar semua negara memastikan aliran pasokan medis, produk pertanian, dan barang dan jasa lintas batas. Seluruh negara bekerja untuk menyelesaikan gangguan rantai pasokan global, untuk mendukung pemulihan.

Selain itu Komite juga mendesak kedua institusi untuk bekerja dengan negara-negara dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan dan program demi membantu mengangkat rumah tangga termiskin dari kemiskinan dan mendukung usaha kecil.

"Kami mendesak WBG dan IMF untuk memastikan efektivitas di lapangan dan membantu negara-negara menciptakan kondisi untuk pertumbuhan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan," kata komite itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait