#bankdarah#ibuhamil#kematian

Bank Darah Guna Menekan Angka Kematian Ibu Hamil

Bank Darah Guna Menekan Angka Kematian Ibu Hamil
Pengelola Program Pelayanan Darah Kementerian Kesehatan, Yuli Nazlia Sidy saat diwawancarai usai berkunjung ke Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Senin (28/10/2019). Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co)-- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk menekan angka kematian pada ibu hamil saat melahirkan. Upaya itu diwujudkan dengan pembentukan bank darah di setiap desa.

Hal tersebut diungkapkan Pengelola Program Pelayanan Darah Kementerian Kesehatan, Yuli Nazlia Sidy saat bekunjung ke Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Senin 28 Oktober 2019. Dia mengatakan pihaknya ingin mewujudkan disetiap desa membentuk bank darah.

"Angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi. Nah program ini atau ketersediaan darah melalui Bank Darah salah satu upaya kita untuk menurunkan angka kematian ibu," kata dia.

Yuli menjelaskan dengan terbentuknya bank darah di setiap desa ini akan menjamin ketersediaan darah. Sehingga, ketika ibu-ibu yang akan melakukan persalinan, sudah ada stok darah sebelum membutuhkan.

"Yang selama ini kan ketika ibu melahirkan butuh darah, baru lah sibuk mencari darah. Nah, yang seperti ini harus dihilangkan. Jadi, ketika ada ibu melahirkan butuh darah, maka ketersediaan darah sudah ada karena ada bank darah," kata dia.

Untuk saat ini, kata Yuli, jumlah kematian pada ibu hamil di Lamsel mencapai 5 kasus. Untuk menekan kasus tersebut perlu penanganan khusus seperti pembentukan bank darah yang bekerjasama dengan masyarakat.

"Jadi, bank darah ini mesti ada kerjasama dengan masyarakat yang bersedia mendonorkan darah. Sehingga, ketika diperlukan mereka bersedia mendonorkan darah," kata dia.

Sementara itu, Koordinator Bidan Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Sri Handayani mengaku untuk wilayah kerjanya saat ini bank darah sudah terbentuk tiga desa, yakni Desa Sukamulya, Palasaji dan Pulautengah.

"Alhamdulillah, diwilayah kerja kita sudah terbentuk tiga desa. Kami berharap kepedulian masyarakat dan aparat desa untuk membentuk bank darah di setiap desa," kata dia.

Terpisah, Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya mendukung dengan adanya pembentukan bank darah diaetiap desa. Untuk itu, pihaknya mengimbau setiap desa agar segera membentuk bank darah.

"Diharapkan semua desa membentuk bank darah itu. Sebab, bank darah itu merupakan sangat membantu untuk menekan angka kematian ibu," kata dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait