#banjir#pertanian

Banjir Tiap Tahun, Petani di Palas Lamsel Tak Bisa Manfaatkan Asuransi Pertanian

Banjir Tiap Tahun, Petani di Palas Lamsel Tak Bisa Manfaatkan Asuransi Pertanian
Banjir di area sawah. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dipastikan tidak bisa memanfaatkan program asuransi usaha tani pertanian (AUTP). Sebab, kecamatan tersebut dinyatakan sebagai daerah endemik atau langganan banjir.

Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-BUN) Kecamatan Palas, Tarmijan, mengatakan program AUTP sebagai jaminan perlindungan bagi padi yang tidak bisa dimanfaatkan petani ketika terdampak banjir.

"Petani di Palas ini berkali-kali mendapatkan asuransi karena banjir. Kini Palas dinyatakan zona merah karena daerah endemik banjir," kata Tarmijan, Rabu, 24 November 2021.

Menurut dia, lahan pertanian di Kecamatan itu selalu mengalami kebanjiran setiap tahun. Hal itu menjadi kerugian petani, karena tidak lagi ditanggung asuransi.

Kendati demikian, para petani bisa kembali mendapatkan asuransi jika semua jaringan irigasi diperbaiki. Sehingga, banjir bisa lebih ditangani.

"Banyaknya prasarana pertanian yang harus diperbaiki. Salah satunya jaringan irigasi yang mesti dinormalisasi karena alami pendangkalan dan kerusakan pada pintu air," kata dia.

Petani asal Desa Baliagung, Made Sujane, mengaku sangat menyayangkan program AUTP tidak dapat dimanfaatkan petani. Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Memang area lahan di desa kami sering kebanjiran. Selama ini kami selalu mengandalkan AUTP karena dapat menjamin kerugian ketika gagal panen. Harapan kami tentunya ada solusi untuk petani yang sering kebanjiran," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait