#bmkg#banjirrob#banjir

Banjir Rob Ancam Lampung hingga 9 November

Banjir Rob Ancam Lampung hingga 9 November
Banjir rob yang terjadi di Gang Madu, Jalan Ikan Bawal, Kangkung, Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan air laut pasang atau yang kerap disebut banjir rob berpotensi terjadi di Lampung hingga 9 November 2021.

Prakiraan BMKG Stasiun Maritim Lampung, Achmad Raflie Pahlevi menyebut, banjir rob sudah terjadi sejak Sabtu, 6 November 2021, kemarin.  

“Air laut pasang sejak 6 November kemarin dan akan berlangsung hingga besok. Tinggi air pasang maksimal mencapai 1,6 meter,” kata Raflie,  Senin, 8 November 2021.

Baca: Warga Pesisir Pesawaran Diimbau Waspada Banjir Rob

 

Raflie mengatakan, banjir rob merupakan kejadian siklus bulanan yang diakibatkan beberapa faktor, seperti pasangnya air laut dan siklon tropis alias jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis.

“Kalau untuk saat ini, banjir rob yang terjadi di sebagian wilayah Lampung akibat dari air laut yang pasang cukup tinggi. Tahun lalu disertai gelombang dan angin kencang sehingga mengakibatkan kerusakan. Tahun ini, tidak,” ujarnya. 

Raflie mengeklaim tidak menerima laporan kerusakan dari warga pada musim rob kali ini. Laporan yang masuk hanya berupa luapan air laut ke rumah warga dan nelayan yang tinggal di wilayah pesisir Bandar Lampung. 

“Biasanya ada laporan air pasang sejak pukul 19.00 WIB,” ujarnya. 

Banjir rob, kata dia, terjadi di tiga wilayah di Lampung, yakni di Bandar Lampung, Kalianda, dan Labuan Maringgai. Ia mengimbau warga yang tinggal di sekitar pesisir untuk tetap waspada akan datangnya air laut pasang dan segera memberikan laporan kepada pihak terkait jika keadaan semakin tak terkendali. 

“Fenomena banjir rob ini bisa jadi siklus bulanan rutin seperti yang terjadi di Semarang, karena sudah banyak pembangunan-pembangunan yang tidak memperlihatkan alam sekitar. Jadi harus tetap waspada,” katanya.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait