#beritalampung#beritalampura#banjir

Banjir Rendam Belasan Rumah di Kotabumi Selatan

Banjir Rendam Belasan Rumah di Kotabumi Selatan
Banjir merendam belasan rumah di Kelurahan Kotaalam, Kotabumi Selatan. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara mendata sebanyak 16 rumah milik warga Rawakarya, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, terendam luapan Way (sungai) Sesah.

"Way Rarem saat debit alirannya mulai meningkat, sehingga mengalir ke anaknya yakni Way Sesah. Sehingga mereka (rumah warga) yang berada didekat bantaran sungai menjadi terdampak. Tadi Wakil Bupati, Pak Ardian Saputra telah turun meninjau sekaligus memberikan bantuan kepada 16 KK di Rawakarya," kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD Lampura, Zulkarnaen mewakili Kaban Nozi Efialis, Rabu, 9 November 2022, siang.

Zulkarnaen mengatakan terus melaksanakan pemantauan 1 x 24 jam untuk memantau situasi di lapangan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lampura.

Baca juga:  Serapan Anggaran Penanganan Inflasi Mesuji Baru 42%

"Tim telah berpatroli dan turun langsung sejak beberapa hari belakangan, sebab kita punya Kasi Penanggulangan Bencana KPB tersebar di 23 kecamatan. Seperti kemarin di Kecamatan Kotabumi Utara," terangnya.

Selain rumah, lanjut dia, berdasarkan pantauan di lapangan beberapa ruas jalan penghubung terendam air hingga tak dapat dilewati. Selain di daerah Rawakarya, juga di Kavling Tanjungalam Permai, kelurahan setempat tak luput dari rendaman banjir.

"Maklum saja keduanya masih berada di satu aliran anak sungai Way Rarem itu," kata dia.

Mirna, warga setempat mengatakan daerahnya terisolir akibat banjir yang merendam Kavling TAP Kotaalam. "Kedua sisi jalannya tak bisa dilewati dan saat ini kondisi debit air terus meningkat. Bahkan beberapa warga yang memiliki anak memilih meliburkan anaknya sekolah karena jalan tak dapat dilalui," ujar Mirna.

Santori, ketua RT setempat mengatakan, rumah yang berada di daerah bantaran sungai (Way Sesah) halamannya digenangi air. Tak terkecuali daerah jalan yang menjadi langganan banjir hampir tiap tahun. "Air masih tinggi, apalagi cuaca sore ini mendung. Bisa saja naik lagi airnya," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait