#Banjir#AcehUtara

Banjir Rendam 17 Kecamatan di Aceh Utara, 4.605 Jiwa Mengungsi

Banjir Rendam 17 Kecamatan di Aceh Utara, 4.605 Jiwa Mengungsi
Banjir di Kabupaten Aceh Utara. DOK BNPB


Banda Aceh (Lampost.co): Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, semakin meluas dan mengakibatkan banjir di 17 kecamatan. Sebanyak 1.712 KK dengan 4.605 jiwa mengungsi.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, mengatakan banjir terjadi sejak 4 Desember 2020, pukul 14.00 WIB. Ketinggian air menggenangi permukiman sekitar 50 sentimeter hingga 2 meter.
 
"Akibat hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah sejak Jumat sehingga meluapnya sungai Krueng Jambo Aye-Arakundo," kata Sunawardi, Minggu, 6 Desember 2020.

Sunawardi menjelaskan, akibat meluapnya sungai menyebabkan banjir di 17 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, air Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap.
 
"Ada sekitar 1,712 KK dengan 4,605 jiwa mengungsi," ujarnya.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Satgas PB diterjunkan untuk mendata dan mengevakuasi korban banjir dan penanganan terhadap pengungsi.
 
"Dampak material dan korban terdampak masih dalam pendataan. Sednagkan di Gampong Leubok Mane Kecamatan Langkahan salah satu warga patah tulang akibat tumbang pohon dan sudah dirujuk ke rumah sakit," ucap Sunawardi.
 
Sementara itu, kondisi debit air sungai krueng Jambo Aye, Kereto dan krueng Pirak saat ini penuh dan semakin meningkat. Pihaknya menduga banjir berpotensi meluas ke kecamatan lain.
 
"Kondisi terakhir debit air semua meningkat besar kemungkinan Kecamatan yang mengalami banjir akan bertambah, dikarenakan hujan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah masih diguyur hujan," jelasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait