#Bencana#banjir#longsor#bpbd

Banjir dan Longsor Ancam Lampung hingga Februari 2022

Banjir dan Longsor Ancam Lampung hingga Februari 2022
Warga melintasi banjir di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kedamaian, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (5/8/2020). ANTARA/Ardiansyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melaporkan banjir, longsor, dan puting beliung telah melanda Bumi Ruwa Jurai selama November dan Desember 2021. 

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudi Sjawal Sugiarto menyebut, banjir terjadi di Lampung Selatan (Lamsel), Tanggamus, Lampung Barat (Lambar), Way Kanan, dan Bandar Lampung.

"Bencana hidrometeorologi terjadi karena pengaruh curah hujan. Jadi ada banjir dan longsor," ujar dia, Minggu, 26 Desember 2021.

Baca: Bencana Hidrometeorologi Jadi Musibah Terbanyak di Indonesia pada 2021

Menurutnya, potensi bencana alam hidrometeologi ini dipredeksi bakal berlangsung hingga Februari 2022. Selain banjir dan longsor, potensi puting beliung juga muncul karena faktor lanina. 

"Upaya penanganan dan mitigasi sudah berjalan. Rapat dengan forum relawan juga terus dilakukan," paparnya.

Per Januari hingga Oktober 2021, setidaknya sudah ada 70 bencana alam yang tercatat melanda Lampung. Namun untuk November-Desember masih dalam pendataan.

"Kalau data basenya kebetulan di kantor, jadi enggak bisa lihat lansung. Cuma memang ada yang masuk, kemarin ini ada empat laporan, ada puting beliung, banjir, dan longsor," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait