banjirkebanjiran

Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Tanggamus

Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Tanggamus
Banjir bandang menerjang Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Selasa, 5 Januari 2020, malam. Lampost.co/Dok. warga


Kotaagung (Lampost.co) -- Banjir bandang menerjang Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Selasa, 5 Januari 2020, malam. Dilaporkan ratusan rumah dan fasilitas umum terendam banjir akibat jebolnya tanggul penahan air Way Bulok di Pekon Sukamara.

Banjir juga menggenangi jalan penghubung antara Kecamatan Bulok dengan Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan. Namun pada pukul 21.30 Wib air telah surut, sehingga saat ini arus lalu lintas telah normal.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Pekon di Pardasuka Terendam Banjir

Kapolsek Pugung Polres Tanggamus Ipda Okta Devi mengatakan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB yang diakibatkan jebolnya tanggul penahan air Way Bulok di Sukamara.

"Pasca hujan lebat dari pukul.18.30 Wib, mengakibatkan debit air yang sehingga tanggul tidak kuat menahan laju air dan jebol," kata Ipda Okta Devi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Menurut kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan air meluap sampai jalan raya setingi pinggang orang dewasa dan jalan penghubung antara Pardasuka menuju Bulok tidak bisa dilewati.

"Tidak ada korban jiwa, kerugian masih didata, namun banjir merendam sekitar 200 rumah, satu masjid Kedamaian, dan SMPN 1 Bulok. Pada pukul 21.30 Wib air surut, jalan sudah dapat dilalui," terangnya.

Saat ini Polsek Pugung masih berada di lokasi guna memastikan situasi yang kondusif. "Kami juga telah berkoordinasi Uspika dan lintas instansi guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Ditambahkan kapolsek untuk bagian hilir Pekon Banjarmasin sudah surut, namun saat ini pukul 22.00 Wib naik lagi di bawah lutut orang dewasa. "Diperkirakan di bagian hulu masih turun hujan. Sehingga di hilir air kembali naik," tandasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait