UINKPUPilkada

Bangun Komunikasi Politik di Era New Normal

( kata)
Bangun Komunikasi Politik di Era New Normal
FOTO: UIN Raden Intan Provinsi Lampung bersama KPU Provinsi Lampung, Bawaslu Provinsi Lampung dan Surat Kabar Harian Lampung Post menggelar webinar dengan tema "Strategi Komunikasi Politik dalam menghadapi Pilkada pada era new normal", Kamis, 16 Juni


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Provinsi Lampung bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung dan Surat Kabar Harian Lampung Post menggelar webinar dengan tema "Strategi Komunikasi Politik dalam menghadapi Pilkada pada era new normal", Kamis, 16 Juni 2020.

Webinar tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung, Khomsahrial Romli dan di moderatori oleh Dosen FDIK UIN Raden Intan Lampung, Mubasit. Kemudian narasumber dalam webinar tersebut yakni Wakil Dekan FDIK UIN Raden Intan Abdul Syukur, Anggota KPU Provinsi Lampung M Tio Aliansyah, Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah dan Pimpinan Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain.

"Dalam situasi dan kondisi ini kita semua was-was dan resiko itu pasti ada. Apalagi kasus Covid terus naik. Maka protokol kesehatan wajib dilakukan. Penyelenggara dan para calon bisa bekerjasama dengan media masa untuk memuat konten edukatif dan menarik. Karena pada intinya Pilkada adalah proses untuk yang menghasilkan pemimpin yang baik," kata Wakil Dekan FDIK UIN Raden Intan, Abdul Syukur.

Anggota KPU Provinsi Lampung, M Tio Aliansyah mengatakan adanya pandemi Covid-19 membuat tahapan, jadwal dan program Pilkada mengalami perubahan. Rencananya dilakukan pada 23 September 2020 namun karena ada pandemi maka diundur menjadi 9 Desember 2020. Oleh sebab itu pihaknya mengedepankan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas kepemiluan.

"Pada prinsipnya kehati-hatian dan keselamatan yang paling utama. Protokol kesehatan wajib dilakukan dalam pertemuan baik di luar ruang dan dalam ruangan. Bahkan saat pendaftaran calon hanya terbatas yang boleh masuk dan bisa disiarkan secara online," katanya.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah mengatakan dalam menjalankan Pilkada di era new normal maka syarat-syaratnya harus dipenuhi yakni kerangka hukum yang kuat, dukungan anggaran yang cukup, kesiapan teknis penyelenggaraan yang matang dan penerapan protokol covid-19 yang ketat. Kemudian ancaman-ancamanpun muncul dalam pelaksanaanya seperti ancaman kesehatan, politisasi birokrasi, politisasi bansos dan sebagainya.

"Kita bersama-sama memberikan kontribusi, kepedulian, dan kepekaan dalam Pilkada. Kita membuka ruang-ruang pengawasan. Sehingga Pilkada yang berkualitas bisa diwujudkan," katanya.

Pimpinan Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain mengatakan media memiliki kekuatan dalam komunikasi politik di era new normal sangatlah penting. Mengajak masyarakat hidup sehat dan cerdas dalam Pilkada melalui platform pemberitaan konfergensi media. Kemudian ia berharap Pilkada tidak menjadi munculnya klaster-klaster baru Covid-19.

"Calon kepala daerah jangan hanya mengedepankan kepentingan pribadi, ekonomi dan politik saja. Tapi harus mencerdaskan anak bangsa agar terhindar dari Covid-19. Jangan memilih pemimpin yang berpotensi menimbulkan persoalan baru," katanya. 

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar