#bandarlampung#operasipasar

Bandar Lampung Belum Rencanakan Operasi Pasar

Bandar Lampung Belum Rencanakan Operasi Pasar
Harga cabai merah di Bandar Lampung masih bertahan tinggi di kisaran Rp80 ribu-Rp85 ribu/kg beberapa hari lalu. (Lampost.co/Yudi Wijaya)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga bahan pokok seperti komoditi cabai hingga bawang masih mengalami kenaikan harga. Meski demikian, pemerintah kota Bandar Lampung belum merencanakan pelaksanaan operasi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Wilson Faisol menyampaikan, kenaikan harga dipicu kegagalan panen di daerah pemasok. Sehingga jumlah stok yang dikirim pun mengalami keterbatasan.

Menurutnya, kenaikan harga tidak hany terjadi di Bandar Lampung tapi secara nasional. Kegagalan panen diakibatkan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan.

"Kami belum ada rencana untuk gelar pasar murah, karena stoknya juga sulit," kata Wilson melalui telepon, Rabu, 29 Juni 2022.

Baca juga: Operasi Pasar Tak Pengaruhi Harga Cabai di Bandar Lampung

Saat ini pihaknya telah memonitoring dan berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan, dinas koperasi, dan dinas pertanian terkait persoalan tersebut. Koordinasi dilakukan untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan hingga ke distributor.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak distributor untuk penyediaan kebutuhan dari petani atau pemasok lokal.

"Terkait pengendalian harga, kami telah melakukan monitoring kepada pihak-pihak distributor dan kami coba dari daerah lain, kan daerah Bandar Lampung ada yang penghasil juga," ujar Wilson.

Ia menambahkan, kenaikan harga juga dipicu momen Iduladha sehingga ada peningkatan kebutuhan. Sementara itu, jumlah pasokan yang diterima sedikit akibat kegagalan panen.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait