Covid-19

Bambang Suryadi Dimakamkan di Nambah Dadi dengan Protokol Covid-19

Bambang Suryadi Dimakamkan di Nambah Dadi dengan Protokol Covid-19
Enam orang petugas berpakaian APD lengkap melakukan pemakaman. Proses pemakaman diawasi langsung Satgas Covid-19 Lamteng dan diamankan oleh aparat kepolisian maupun TNI. (Dok. Lampung Post)


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Keluarga besar PDIP Lampung Tengah berduka atas meninggalnya Bambang Suryadi, yang dianggap sebagai pemimpin sekaligus guru bagi para kader partai. 

Salah satu petinggi PDIP Lamteng yang juga Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono, mengatakan PDIP Lamteng kehilangan sosok pemimpin sekaligus guru yang selama ini sangat mengayomi para kader PDIP Lamteng. 

Pada pemakaman Bambang Suryadi di Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Lamteng, yang dilakukan sesuai protokol Covid-19, Senin, 4 Januari 2021, tampak para pelayat yang terdiri dari keluarga almarhum dan teman-teman sesama kader PDIP serta warga sekitar. 

Menurut Sumarsono, Bambang Suryadi adalah panutan bagi para kader PDIP Lamteng. Sebab ia benar-benar berjuang dari bawah, dari pengurus ranting, kecamatan, dan kabupaten. Demikian pula di kursi legislatif, Bambang Suryadi mulai dari anggota DPRD kabupaten, provinsi, dan ke DPR RI. 

Karena itu, menurut Sumarsono, ketika almarhum berwasiat untuk dimakamkan di Lamteng, keluarga maupun saudara seperjuangan di partai sangat setuju. 

Adapun akhirnya dimakamkan di tanah pribadi milik Sumarsono sendiri yang lokasinya di Kampung Nambah Dadi, Sumarsono menjelaskan, semasa hidupnya almarhum sempat meminta separuh tanah tersebut karena ingin membangun rumah aspirasi. Permintaan itu diajukan sampai empat kali. 

Mengingat hal ini, Sumarsono mengusulkan kepada keluarga agar almarhum dimakamkan di tanah itu. 
"Keluarga setuju, tetapi warga setempat sempat ingin menolak karena tidak memahami dan takut terdampak. Setelah diberi penjelasan akhirnya semua setuju," kata dia. 

Sumarsono mengakui, sebagai kader pejuang di DPC PDIP Lamteng yang telah mengasah para kader, mengasuh dan membesarkan partai, ada keinginan memakamkan almarhum di dekat kantor DPC PDIP di Seputihjaya, Gunung Sugih. Tetapi tanah disana terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk sehingga tidak bisa dilakukan. 

"Peran almarhum sangat besar. Setelah jadi anggota DPR RI juga sering turun bawa program pembangunan. Jadi semula inginnya di dekat DPC, tetapi terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk, jadi tidak bisa, " jelasnya. 

Sumarsono mengaku mendapat informasi dari DPD bahwa almarhum terpapar positif. Selanjutnya melihat langsung proses pemakaman juga dengan protokol Covid-19, maka ia bisa menyimpulkan meninggalnya almarhum diduga karena Covid-19. "Kami doakan syahid. Karena meninggal terkena wabah itu kan syahid, " tandasnya. 

Sumarsono berharap seluruh kader PDIP Lamteng mengikuti langkah dan perjuangan Bambang Suryadi, yang terus maju karena memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik mengenai partai dan jalan perjuangannya. 

"Almarhum mampu menjelaskan Tri sakti, Pancasila, pikiran-pikiran Bung Karno. Itu yang harus ditiru para kader, pemahaman yang baik, langkah-langkah yang tepat dalam memperjuangkan dan mewujudkan tujuan partai," pungkasnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait