#hidrosefalus#kesehatan#beritalampung#dermawan

Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan

Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan Dermawan
Balita penderita hidrosefalus. (Lampost.co/Ahmad Amri


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Keluarga Minan (35) warga Pasirsakti, RT03/RW09 Pasiran Jaya, Dente Teladas, Tulangbawang membutuhkan bantuan dari para dermawan untuk biaya pengobatan anaknya bernama Ardi (1) yang menderita hidrosefalus (hydrocephalus).

Minan mengatakan, saat dilahirkan kondisi anaknya normal. Namun seperti bayi pada umumnya selelah 10 hari anaknya mengalam kejang-kejang lalu dirawat di rumah sakit di Kota Metro.

"Lahir normal, sempat kejang-kejang lalu di rawat di RS di Metro. Kemudian setelah sembuh, anak saya sering rewel-rewel, di periksa ke dokter praktek, hasilnya ada gejala hidrosefalus,"kata Minan di Rumah Singgah, Bandar Lampung, Selasa (04/11/2018).

Dia menjelaskan, sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah atau instansi terkait (Dinas Kesehatan) sampai anaknya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dan telah mendapatkan perawatan dari para medis.

"Saya enggak punya biaya untuk berobat, sehingga baru bisa dibawa dan di rawat di sekarang ini, itu juga karena ada bantuan dari kepala desa. Dia hanya bisa tanggung biaya berangkat dan pulang saja," jelasnya.

Dia menambahkan, karena tidak ada biaya sehingga anaknya baru bisa di rawat meskipun bisa berobat dengan biaya dari BPJS namun tidak punya biaya pergi dan pulang serta biaya sehari-hari.

"Saya ingin anak saya bisa sembuh seperti anak pada umumnya dan butuh bantuan dana buat kontrol berobat, karena saya orang enggak punya,"  Minan didamping istrnya Daryatun.

Sementara itu, koordinator Rumah Singgah, Atika, mengatakan bahwa Rumah Singgah siap membantu warga yang membutuhkan bantuan khususnya warga kurang mampu. "Kami siap membantu, warga tidak mampu untuk rumah singgah hanya diminta Rp5 ribu, untuk kebutuhan mereka. Kalau beras sudah disediakan, hanya mereka harus beli dan masak sendiri," ujarnya.

EDITOR

Ahmad Amri

loading...




Komentar


Berita Terkait