#Refleksi#BaliTouring

Bali Touring

Bali Touring
Media Group bersama Komunitas VW melakukan touring di kawasan Jimbaran Bali, Minggu (28/2). Di era new normal, pelaku pariwisata di Bali menjelajahi sejumlah objek wisata dengan protokol kesehatan, guna membangkit kembali wisata pascapandemi covid-19


SUARA raungan sirene dari dua sepeda motor patroli jalan raya (PJR) Polda Bali memecah keheningan pagi di kawasan Jimbaran, Bali, Minggu (28/2). Pertama kali dalam sejarah pada era new normal di Bali itu, ada puluhan wisatawan melakukan touring ke sejumlah objek wisata.

Niatnya untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata di Pulau Dewata setelah diporak-porandakan oleh virus corona. Pandemi Covid-19 selama setahun ini, benar-benar melumpuhkan sektor pariwisata. Wisata mati suri dibuatnya. Biasanya lampu gemerlapan kini sunyi senyap.

Tidak ada transaksi, tidak ada lagi bule yang nongkrong dan memadati di sepanjang pantai, serta jalan-jalan selama pandemi. Hotel, kafe, toko oleh-oleh pun tutup—bagaikan pulau tidak berpenghuni. “Terima kasih, bapak dan ibu sengaja datang ke sini. Touring bersama komunitas Volkswagen (VW),” kata Nyoman (48), pengemudi VW, pagi itu.

Nyoman adalah salah satu sopir komunitas VW yang membawa rombongan Media Group (Metro TV, Media Indonesia, Lampung Post, dan Medcom.id) bersama unit bisnis lainnya untuk touring ke Ubud, destinasi yang terkenal dengan hamparan sawah bertingkat-tingkat hingga kopi luwaknya.

Wajah semringah terpancar dari puluhan sopir VW. Karena kehadiran peserta touring adalah fakta bahwa wisata Bali hidup kembali. “Ini pasti akan diviralkan,” kata Nyoman. Ini juga menunjukkan kepada dunia bahwa Bali sudah siap menyambut wisatawan dengan protokol kesehatan.

“Berinovasi dan bersolek di era new normal, mengingatkan Bali agar tidak tidur lagi,” kata ayah dari dua anak itu bersemangat membawa rombongan tur melewati jalan-jalan protokol yang biasa lalu lalang wisatawan. Media Group sengaja ke Kuta untuk touring dan menggelar rapat kerja tahunan 2021, sekaligus meneken perjanjian kerja sama dengan Pemkab Badung.

Chief Executive Officer (CEO) Media Group News, Mohammad Mirdal Akib menjelaskan pariwisata perlu disokong Media Group agar bisa bangkit kembali dengan mendatangkan wisatawan dari berbagai manca negara. Dia memastikan ada berbagai agenda bersama membangkitkan wisata Bali dari keterpurukan pandemi Covid-19.

“Pariwisata akan tetap hidup dengan menerapkan protokol kesehatan. Kerja sama dengan Kabupaten Badung, bagaimana membuat orang mau menoleh kembali ke Bali untuk berwisata di sini,” kata Mirdal di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Sabtu (27/2) pekan lalu. Sangat banyak yang bisa dikerjasamakan dari sisi ekonomi, sosial, budaya hingga kepada memberi manfaat bagi masyarakat Badung agar lebih produktif kembali.

Di kesempatan itu, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa sangat bersyukur bahwa kerja sama dengan Media Group sangat penting untuk meningkatkan perekonomian daerah usai hantaman Covid-19. Dia meyakini peran media sangat strategis untuk mengangkat berbagai isu positif, sehingga turis lokal dan mancanegara bisa kembali berdatangan ke Pulau Dewata.

Pada 2020, perekonomian Bali terburuk sepanjang sejarah karena tingkat hunian hotelnya mencapai zero. Selama tiga hari berdiam di Kuta, ternyata dampak pandemi Covid-19 lebih parah dibanding dengan Bom Bali dan erupsi Gunung Agung. Sejak April tahun lalu, hampir 96 persen hotel sudah tutup, karena tidak ada kunjungan wisatawan. Sedih memang!

***

Jumlah hunian hotel turun hingga 100 persen karena turis mancanegara dipanggil pulang negaranya. Bali kehilangan pendapatan hingga miliaran rupiah per harinya. Patut dicatat! Perekonomian Bali pada kuartal I-2020 minus 1,14%, dan merosot -10,98% di kuartal II-2020.

Ini masalah besar yang dihadapi Bali. Sehingga lebih 100 ribu tenaga kerja sektor formal harus diputus hubungan kerja, baik sebagai pemandu wisata, nelayan, buruh, maupun jasa perdagangan dan hiburan. Pandemi Covid-19 sangat-sangat memukul Bali!

Bagi Gubernur Bali, Wayan Koster pukulan berat akibat pandemi itu sangat berdampak hebat pada devisa negara. Dalam kesempatan webinar nasional yang bertajuk Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Wayan berucap, pandemi Covid-19 ini paling lama sehingga meluluhlantakkan bisnis pariwisata di Bali.

Sepanjang tahun 2019, terdapat 9,3 juta turis mancanegara berkunjung ke Bali. Angka tersebut ternyata hanya 39 persen yang datang dari luar negeri. Sedangkan sisanya dari domestik. Walau begitu, wisatawan mancanegara mampu menyumbangkan devisa mencapai 41 persen atau Rp116 triliun. Di era kebiasaan baru, Wayan optimistis wisatawan kembali lagi ke Bali.

Dalam acara Media Group News Summit Indonesia 2021, akhir Januari 2021, pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Padang, mengingatkan promosi wisata tidak lagi bicara soal keindahan. Kata Sari Lenggogeni itu, wisata lebih kepada bagaimana membuat turis aman untuk mengurangi sentimen negatif Covid-19, mulai ia berangkat hingga pulang ke rumah.

Penting bagi Bali saat ini adalah menyiapkan fasilitas keamanan berwisata seperti menggratiskan tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes usap (swab test) antigen. Lalu ada tracing berkala bagi pengelola. Maka itu negara hadir di Bali agar wisata yang menyumbang devisa itu kembali normal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memilih berkantor di Bali ketimbang di Ibu Kota negara. Mantan calon wakil presiden itu resmi bertolak ke kantor barunya di Pulau Dewata, akhir Januari lalu. Sandi ingin melihat, mendengar, juga merasakan langsung keluhan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Pandemi sangat menggerus industri pariwisata, serta pendapatan rakyat terjun bebas, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam adaptasi kebiasaan baru, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang digerus corona mendapatkan insentif dan diprioritaskan memperoleh vaksin. Luar biasa kehadiran negara di Pulau Seribu Pura.

Untuk mempercepat pemulihan di Bali juga, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata menggandeng Grab Indonesia dan Good Doctor Technology Indonesia menggelar supercepat vaksinasi massal bagi 5.000 pelaku pariwisata, mitra transportasi daring, serta angkutan umum selama satu pekan ke depan pada Maret ini.

Ingatl! Vaksin adalah bagian paling penting dalam pemulihan industri pariwisata di negeri ini. Ketersediaan vaksin akan menjadi sumber harapan baru bagi rakyat di tengah pandemi Covid-19. Dengan program vaksinasi akan kembali kehidupan normal lagi. Ikhtiar ini mendorong kepercayaan publik bahwa turis berwisata dengan aman dan nyaman di Indonesia.***

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait