donaldtrump

Balas Kritikan, Trump Ejek Biden sebagai Politikus Lemah

( kata)
Balas Kritikan, Trump Ejek Biden sebagai Politikus Lemah
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kandidat capres dari Partai Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)

Washington (Lampost.co) --  Presiden Amerika Serikat mengejek kandidat capres AS dari Partai Demokrat Joe Biden sebagai seorang "politikus lemah" di tengah berlangsungnya gelombang protes mengecam kematian George Floyd. Ejekan dilontarkan usai Biden mengkritik Trump atas respons petahana terhadap unjuk rasa Floyd.
 
"Sleepy Joe telah berkecimpung di dunia politik selama 40 tahun, dan dia tidak melakukan apapun," ujar Trump, disitat dari Guardian, Rabu 3 Juni 2020.
 
"Sekarang dia berpura-pura memiliki jawaban (atas krisis saat ini). Dia bahkan tidak tahu pertanyaannya. Kelemahan tidak akan pernah bisa mengalahkan pelaku anarki, penjarah, dan preman. Secara politik, Joe selalu lemah sepanjang hidupnya," tulisnya di Twitter.

Tulisan Trump disampaikan kurang dari satu jam setelah tim kampanyenya mengirim sebuah surat elektronik yang merujuk Biden sebagai "Arsitek Penahanan Massal." Surat itu merujuk pada kalimat dalam sebuah undang-undang kriminal di AS pada 1994.
 
"Biden tidak hanya mendorong perpecahan rasial selama kariernya di Washington, tapi dia adalah kepala arsitek dari penahanan massal dan perang melawan narkotika, yang semua ditujukan kepada orang kulit hitam di Amerika," tulis surat tersebut.
 
Sebelumnya, Biden menyampaikan pidato kepada para pendukungnya di Philadelphia. Ia mengkritik keras respons Trump terhadap aksi protes Floyd.
 
"Seorang presiden di Amerika Serikat seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan masalah. Presiden kita hari ini adalah bagian dari masalah, dan dia juga terus memperburuknya," lanjut dia, merujuk pada isu rasisme berkepanjangan di Negeri Paman Sam.
 
Namun, Biden menegaskan bahwa beragam masalah di AS -- termasuk rasisme -- tidak akan berakhir begitu saja dengan tumbangnya Trump.
 
"Sejarah Amerika bukanlah sebuah dongeng. Kenyataan pahit mengenai rasisme telah sejak lama menghancurkan kita," tutur Biden. Ia menyebut tugas seorang presiden di AS sangatlah berat, dan tidak akan ada satu orang pun yang mampu melakukan segalanya dengan sempurna. "termasuk saya," sebut Biden.
 
"Tapi saya dapat menjanjikan ini kepada kalian. Saya tidak akan membiarkan adanya ketakutan dan perpecahan. Saya tidak mengobarkan api kebencian. Saya akan menyembuhkan luka rasial yang telah lama menjangkiti negeri ini," ungkapnya.
 
Gelombang protes melanda seantero AS usai Floyd, seorang pria kulit hitam, meninggal usai lehernya ditindih seorang polisi bernama Derek Chauvin pada Senin 25 Mei.
 
Chauvin dan tiga rekannya telah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis satu hari usai kejadian. Chauvin dijerat satu pasal pembunuhan tingkat tiga dan satu pasal kelalaian berujung kematian.
 
Hasil autopsi resmi menunjukkan bahwa Floyd meninggal akibat dibunuh, terlepas dari sejumlah kondisi medis yang dideritanya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar