#beritalampung#beritalampungterkini#penyelundupan#burung

Balai Karantina Pertanian Lampung Gagalkan Penyelundupan 1.773 Ekor Burung

Balai Karantina Pertanian Lampung Gagalkan Penyelundupan 1.773 Ekor Burung
Burung sitaan Balai Karantina Pertanian Lampung yang akan diselundupkan ke Tangerang, Banten. Dok Balai Karantina Pertanian Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Karantina Pertanian Lampung menggagalkan penyelundupan 1.773 ekor berbagai jenis burung. Ribuan burung yang berasal dari Lampung Tengah rencananya akan dibawa ke Tangerang, Banten.

Pejabat Karantina Pertanian Lampung mengatakan burung selundupan tersebut dibawa menggunakan truk. Namun, upaya penyelundupan ini diketahui petugas yang bertugas saat itu.

"Saat petugas memeriksa truk yang dicurigai tersebut dan menemukan beberapa kardus dengan ventilasi minim yang berisikan berbagai jenis burung," ujar Kepala Karantina Pertanian Lampung, Donni Muksydayan, Jumat, 2 Desember 2022.

Burung tersebut dari berbagai jenis, di antaranya jenis gelatik 120 ekor, pleci 240 ekor, ciblek 330 ekor, pelatuk bawang 28 ekor, dan poksay mandarin 50 ekor. Kemudian kutilang emas 8 ekor, poksay rambo 2 ekor, srigunting 7 ekor, dan trocok 988 ekor dengan total keseluruhan 1.773 ekor.

Baca juga: Penumpang Rampok Taksi Online Babak Belur Dihajar Massa 

"Ribuan ekor burung tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal. Tidak juga dilaporkan ke pejabat karantina di tempat pengeluaran sehingga petugas langsung melakukan penahanan terhadap satwa tersebut," katanya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku telah melanggar UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. "Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu Seksi Wilayah III Lampung untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

Dia mengingatkan untuk lebih memperkuat koordinasi dan sinergisitas kepada semua pihak agar kasus serupa bisa diminimalisasi. "Tak hanya bersama instansi terkait, sinergi juga harus dilakukan dengan semua pihak, seperti pengurus truk atau pihak mana pun yang berhubungan dengan lalu lintas komoditas pertanian. Semoga upaya bersama ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait