#beritalampung#penyelundupan#balaikarantina

Balai Karantina Lampung Tolak 64 Ekor Anjing Asal Bandung Masuk Sumatera

Balai Karantina Lampung Tolak 64 Ekor Anjing Asal Bandung Masuk Sumatera
Sebanyak 64 ekor anjing dari Bandung yang akan dikirim ke Sumatera Barat. Dok/Balai Karantina Pertanian Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Puluhan ekor anjing asal Bandung, Jawa Barat ditolak masuk ke Sumatera oleh Balai Karantina Pertanian Provinsi Lampung. Penolakan 64 ekor anjir masuk Sumatera ini lantaran binatang tersebut tak memenuhi persyaratan kesehatan.

Pejabat Karantina Pertanian Lampung Jubyana Purba mengatakan jika penolakan ini dilakukan di Bakauheni, Lampung Selatan saat kendaraan hendak melintas untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan. 

"Menurut keterangan sopir yang membawa, 64 ekor anjing ini rencana akan dibawa ke Batu Sangkar, Provinsi Sumatra Barat. Namun saat dicek sopir yang memuat Hewan Penular Rabies (HPR) tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asal," kata Jubyana Purba, Selasa, 6 Desember 2022. 

Dia mengatakan upaya penyelundupan tersebut diketahui saat petugas melakukan pengawasan rutin di Pelabuhan. Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya mobil yang membawa puluhan ekor anjing yang disinyalir tidak dilengkapi dokumen kesehatan.

Baca juga:  Ini Daftar Harga BBM di Wilayah Lampung Setelah Penyesuaian

"Karena hewan tidak dilengkapi dokumen kesehatan, kami patut mencurigai karena dikhawatirkan hewan dibawa dalam keadaan tidak sehat. Ditambah lagi anjing tersebut juga tidak dilaporkan ke pejabat karantina di tempat pengeluaran dan pemasukan," katanya. 

Akhirnya pihak Balai Karantina Pertanian Lampung melakukan edukasi dan pemahaman kepada sopir yang membawa hewan tersebut dan sopir yang membawa pun diarahkan untuk kembalikan binatang ke daerah asal. 

"Setelah petugas memberikan edukasi terkait prosedur karantina, dan telah berkoordinasi dengan petugas karantina di tempat pengeluaran, akhirnya 64 ekor anjing tersebut ditolak atau dikembalikan ke daerah asal," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait