#nuansa#bakar-rumah#depresi

Bakar Rumah

Bakar Rumah
foto dok Lampost.co


Deni Zulniyadi

Wartawan Lampung Post

PAIJAN (45) membakar rumah miliknya di Dusun Kupangcurup, Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Sabtu (22/2), sekitar pukul 18.30. Ayah dua anak itu membakar rumah sesaat setelah ribut dengan istrinya, Sugianti (40).

Aksi membakar rumah ternyata bukan yang pertama dilakukan Paijan. Sebelumnya, Paijan juga pernah membakar rumahnya saat marah kepada istrinya.

Rupanya, menurut tetangga, Paijan kerap mengalami kondisi yang terkait dengan peningkatan atau penurunan suasana hati seseorang, seperti depresi atau gangguan bipolar. Dia bahkan mengancam akan membunuh tetangganya jika memadamkan api yang membakar rumahnya tersebut.

Tetangga pun tidak berani dan hanya melihat dari kejauhan api menghanguskan rumah Paijan. Bahkan istrinya saja kabur ke rumah tetangga karena takut kepada Paijan.

Sebelum membakar rumah, Paijan juga mengambil sebilah pisau lalu menyembelih anjing peliharaannya. Dia menyebut lebih berharga anjing dari pada istrinya.

Untuk mencegah hal yang lebih parah lagi, polisi langsung mengamankan Paijan. Mudah-mudahan ada tindakan pihak-pihak terkait untuk menangani Paijan agar dia tidak berulah apalagi sampai mencelakai orang.

Menurut bahasa psikologi, emosi yang meledak-ledak sering dikaitkan dengan salah satu tanda mental tidak stabil. Apalagi jika emosi tersebut muncul karena hal sepele. Mental tidak stabil inilah yang sering menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga atau terhadap pasangan.

Meluapkan kekecewaan dengan amarah bukanlah hal yang salah. Sebab, memendam emosi dan amarah akan menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan. Namun, emosi dan amarah haruslah dikendalikan.

Jika ada hal-hal yang dirasa tidak normal, sebaiknya segera ditangani, misal dengan cara konsultasi ke psikolog.

Konsultasi bukan suatu yang harus dihindari atau bahkan ditakuti dan dianggap sakit jiwa. Sebab, dengan konsultasi, kita bisa mengetahui banyak hal, baik untuk diri sendiri maupun menghindari hal buruk.

Buat muslim, hal pertama yang dilakukan ketika sedang emosi adalah ucapkan istigfar, mohon ampun pada Allah. Istigfar akan meringankan hati kita, meredam emosi yang meluap.

Setelah itu barulah kita bisa mengklarifikasi secara detail duduk permasalahan dan menyelesaikan beragam persoalan yang ada. Semoga keluarga kita semua menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait